Konsumsi dan Investasi Menopang Pertumbuhan Ekonomi Banten
- 12 Feb 2026 14:33 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Konsumsi dan Ivestasi menjadi penopang kinerja ekonomi Provinsi Banten dalam kurun tahun 2025. Konsumsi rumah tangga Banten pada 2025 tumbuh 4,70% (yoy), sedikit melambat dibandingkan periode tahun sebelumnya. Penguatan kinerja tercermin dari meningkatnya indeks keyakinan konsumen, pemulihan konsumsi barang tahan lama yang terlihat pada penjualan kendaraan bermotor, menguatnya omset penjualan eceran.
"Serta meningkatnya konsumsi listrik rumah tangga. Selain itu, impor barang konsumsi yang tetap tinggi dan Nilai Tukar Petani yang berada pada level >100 mengindikasikan daya beli masyarakat, termasuk di perdesaan, masih terjaga kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M Moesa dalam Taklimat Media, Kamis 12 Februari 2026.
Konsumsi Rumah Tangga tetap menjadi penopang utama PDRB, didukung meningkatnya pengeluaran konsumsi masyarakat pada periode HBKN Nataru serta penguatan aktivitas ritel, khususnya kelompok makanan dan minuman.
"Sedangkan Investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terjaga kuat, ditunjukkan oleh realisasi investasi Banten yang mencapai Rp130 triliun atau 109% dari target RKPD, dengan investasi masih terkonsentrasi pada sektor industri pengolahan, perumahan, dan infrastruktur serta menjadi investasi terbesar ke empat se-Indonesia," ujarnya.
Selain itu, kata dia konsumsi pemerintah meningkat signifikan pada akhir tahun, sejalan dengan realisasi belanja barang dan jasa yang telah mencapai Rp3,24 triliun atau 83,49% dari pagu, serta berjalannya berbagai program prioritas pemerintah.
"Net Ekspor masih menopang kinerja ekonomi, dengan nilai ekspor Banten tahun 2025 mencapai US$13,0 miliar, meskipun kontribusinya tertahan oleh impor yang tetap tinggi, terutama barang modal untuk mendukung aktivitas investasi," katanya.
Adapun, kata Ameriza industri pengolahan menjadi penopang utama dengan pangsa ±30%, ditopang mamin (stok HBKN Nataru), besi-baja, serta kimia-farmasi. Aktivitas sektor ini tercermin dari PMI manufaktur yang tetap ekspansif (51,9), konsumsi listrik industri yang meningkat, serta investasi kimia-farmasi Rp5,10 triliun.
"Perdagangan Besar dan Eceran tetap terjaga seiring meningkatnya mobilitas Nataru, tercermin dari kenaikan penjualan ritel kelompok makanan-minuman, peralatan komunikasi, BBM, serta membaiknya penjualan kendaraan bermotor," ujar Ameriza.
Sementara transportasi dan pergudangan menguat didorong mobilitas dan logistik akhir tahun, terlihat dari kenaikan penumpang penerbangan serta lonjakan kargo udara Bandara Soekarno-Hatta sebesar 27,6%
"Real Estat tetap ekspansif, didukung permintaan hunian tapak dan bersubsidi, tercermin dari penjualan ratusan unit pada REI Banten Property Expo 2025 dan berlanjutnya proyek skala besar di Tangerang Raya," ucapnya.
"Sedangkan sektor pertanian tetap positif, ditopang kenaikan produksi padi (GKG) serta produksi ayam pedaging dan perikanan, meskipun cuaca ekstrem di Banten Selatan masih menjadi faktor penahan," ujar Ameriza.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....