Panen Raya Durian Baduy, Penjual Ramai kan Kota Rangkasbitung

  • 26 Agt 2026 13:14 WIB
  •  Banten

RRI.CO,ID, Lebak - Musim durian tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Lebak. Daerah yang dikenal dengan durian Baduy tersebut kini tengah memasuki masa panen raya.

Kondisi ini terlihat dari banyaknya pedagang durian yang bermunculan di sejumlah ruas jalan di Kota Rangkasbitung. Salah satu lokasi yang ramai oleh pedagang durian adalah Gang Kibun.

Gang Kibun ini letaknya tidak jauh dari stasiun Kereta Api Rangkasbitung. Kawasan tersebut memang telah dikenal masyarakat sebagai salah satu sentra penjualan durian di Rangkasbitung.

Jika sebelumnya pedagang di Gang Kibun banyak menjual durian dari Pulau Sumatera, kini durian lokal Lebak lebih mendominasi. Durian yang dijual terutama berasal dari wilayah Leuwidamar dan kawasan sekitar permukiman Baduy.

Salah seorang pedagang, Opan, mengatakan setiap hari dirinya mendapat kiriman durian dari Kecamatan Leuwidamar. “Setiap hari saya mendapat kiriman durian dari Kecamatan Leuwidamar,” kata Opan, Selasa, 25 Agustus 2026.

Durian Baduy memiliki cita rasa khas karena buahnya matang secara alami di pohon atau setelah jatuh. “Durian Baduy matang dipohon atau matang jatuh, bukan matang dipetik, jadi rasanya lebih manis,” ujarnya.

Karakteristik tersebut membuat durian Baduy banyak diburu oleh masyarakat yang ingin menikmati durian lokal Lebak. Harga durian Baduy yang dijual pedagang bervariasi, tergantung ukuran dan kualitas buah. Harga mulai dari sekitar 30 ribu rupiah per buah hingga mencapai 100 ribu rupiah per buah.

Opan mengatakan, durian dengan harga sekitar Rp50 ribu ke atas justru banyak diminati pembeli. Pembeli umumnya mencari durian dengan daging yang tebal dan memiliki rasa manis. “Yang banyak dicari pembeli adalah durian kisaran harga 50 ribu ke atas, yang teksturnya tebal dagingnya serta manis,” kata Opan.

Sebagian besar pembeli durian Baduy, menurut Opan, merupakan warga pendatang dari luar Lebak, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Untuk menjalankan usaha penjualan durian tersebut, Opan mengaku telah mengeluarkan modal hingga sekitar Rp10 juta.

Selain di Gang Kibun, penjual durian musiman juga memenuhi kawasan Jalan Multatuli, Rangkasbitung. Salah satunya Luay, yang telah sekitar satu minggu berjualan menggunakan kendaraan bak terbuka atau pikap. Durian yang dijual Luay berasal dari Leuwidamar, Ciboleger, kawasan Baduy dan sekitarnya.

Ia berjualan mulai siang hingga malam hari dengan harga durian sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu ke atas. Dalam sehari, Luay mengaku dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp3 hingga Rp5 juta dari penjualan durian.

“Dalam sehari bisa mengantongi penghasilan 3 hingga 5 juta rupiah,” ujar Luay. Di sepanjang Jalan Multatuli, terdapat lebih dari 10 pedagang durian musiman yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap buah tersebut.

Namun, para pedagang mengaku harus kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP karena berjualan di kawasan jalan protokol ibu kota Kabupaten Lebak. Luay mengatakan, sebagian besar pembelinya merupakan warga lokal, sementara pembeli dari luar Lebak diperkirakan hanya sekitar tiga persen. Ramainya penjualan durian ini sekaligus menjadi gambaran geliat ekonomi masyarakat Lebak saat musim panen raya durian berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....