Dekatkan Nasabah, Bank Banten Diminta Tingkatkan Layanan Digital
- 30 Jul 2026 07:25 WIB
- Banten
RRI. CO. ID, Serang - Bank Banten diminta terus meningkatkan fasilitas layanan kepada nasabah. Salah satunya yakni pengembangan digitalisasi yang semakin ramah ditangan konsumen.
"Kalau saat ini kan mau tranfer pakai Bank Banten bayarnya masih Rp6.500 karena belum ada BI Fastnya. Mungkin ke depan ini ditingkatkan. Jadi nanti bayarnya hanya Rp2.500 saat sudah ada layanan BI Fast," ucap Asisten Daerah II Pemprov Banten, Budi Santoso saat hadir pada peringatan HUT ke-10 Bank Banten, Rabu 29 Juli 2026.
Selain pengembangan digital, penguatan identitas harus terus diperkuat oleh jajaran komisaris dan direksi Bank Banten. Penguatan itu harus dimulai dari jajaran komisaris, direksi dan karyawan Bank Banten.
"Misalnya saya contohkan soal korek api tadi yang ada logo Bank Bantennya. Muali dari diri kita dulu, baru nanti diperkuat ke luar," ujar Budi.
Direktur Utama Bank Banten, Muhamad Busthami mengakui peningkatan layanan digitalisasi sudah menjadi perencanaan bisnis Bank Banten. Ini dilakukan agar semakin banyak lagi kepercayaan dari para nasabah.
"Mengapa dari Tangerang Raya RKUD-nya juga masih belum. Salah satunya memang itu yang disampaikan oleh mereka soal digitalisasi," ujarnya.
Oleh sebab itu, kata dia kendala-kendala itu dalam waktu dekat diharapkan bisa diselesaikan. Dengan demikian RKUD dari Tangerang Raya bisa segera bergabung dan menyusul 5 kabupaten/ kota lain di Banten.
"Kalau dengan Bank Jatim terkait dengan G Connect itu kita tinggal implementasi ya. Terus kemudian kita juga pengembangan di produk dan digital lainnya. Sekurang-kurangnya ada empat produk dan lain digital. InsyaAllah sebelum akhir tahun ini bisa bisa efektif," ucap Busthami.
Komisaris Utama Bank Banten, Hoeruddin Hasibuan mengatakan diusianya yang ke 10 Bank Banten diharapkan sudah bisa lebih kencang jalannya. Untuk itu di internal komisaris dan direksi telah melakukan perencanaan termasuk analisis di dalam organisasi.
"Tadi sudah disampaikan oleh pak Dirut bahwa memang dalam waktu dekat ini kita akan melakukan semacam perubahan organisasi untuk mengisi hal-hal yang kita anggap kosong selama ini, termasuk ada yang khusus menangani masalah IT," ujarnya.
"Pada hari ini juga kebetulan dari Bank Jawa Timur diwakili oleh Direktur IT-nya tadi sudah dibicarakan juga bahwa prinsip Bank Jatim akan men-support kita termasuk salah satu problem yang dihadapi Bank Banten," kata Hasibuan.
Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi Bank Jatim, Dodit Wiweko Probojakti menyampaikan 1 dekade usia Bank Banten dengan tagline melesat kuat dan hebat ini benar-benar akan membawa Bank Banten menjadi kebanggaan masyarakat Banten. Kemudian kedua dalam inisiatif Kelompok Usaha Bersama (KUB), Bank Jatim sebagai bank Induk tentunya ingin mengajak seluruh anggota KUB, salah satunya adalah Bank Banten untuk sama-sama bersinergi dan merasakan kebermanfaatannya dari KUB tersebut.
"Tadi yang sudah disampaikan Pak Dirut dan Pak Komut adalah bagaimana sinergitas di bidang IT ke depan," ujarnya.
Meski diakui untuk menuju ke arah sana banyak tantangan yang dihadapi perusahaan. Salah satunya adalah serangan cyber yang tidak bisa dipisahkan lagi.
"Setiap hari lebih dari 35.000 serangan cyber yang ada ke Bank Jatim gitu. Karenanya kami sama-sama dengan Bank Banten sekitar 3 minggu yang lalu melakukan IT maturity assessment," ucap Dodit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....