Investasi Tiongkok Bangun Kawasan Industri Baru Lebak

  • 05 Jun 2026 18:22 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak menyambut rencana investasi dari perusahaan asal Tiongkok yang akan mengembangkan kawasan industri seluas 110 hektare di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak. Kehadiran investasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dapat mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Pemerintah daerah menilai masuknya investasi berskala besar menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing Kabupaten Lebak sebagai salah satu wilayah tujuan investasi di Provinsi Banten. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara, di Rangkasnitung, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh realisasi investasi tersebut.

Menurut Lingga, dukungan pemerintah diwujudkan melalui kemudahan pelayanan perizinan, pendampingan administrasi, serta jaminan keamanan bagi investor yang menanamkan modal di daerah itu. “Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan menjamin keamanan bagi para investor agar investasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Lingga Segara, Jum'at, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan, investasi yang masuk diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian daerah dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Investasi tersebut diperkirakan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lebak.

Lingga menambahkan, keberadaan kawasan industri baru juga dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung di wilayah sekitar Kecamatan Cileles. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang tercipta nantinya akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga akan menggerakkan sektor ekonomi lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak sendiri telah menyiapkan berbagai dukungan regulasi guna memastikan pengembangan kawasan industri berjalan sesuai rencana. Salah satu landasan hukum yang digunakan adalah Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lebak Tahun 2023–2043.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar 10.000 hektare kawasan industri yang tersebar di 13 kecamatan. Kebijakan itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang daerah dalam menarik investasi dan memperluas aktivitas industri di Kabupaten Lebak.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk harus tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup. Lingga menyebutkan bahwa konsep industri hijau dan ramah lingkungan menjadi syarat penting dalam pengembangan kawasan industri di wilayahnya. “Kami mengedepankan investasi yang menerapkan prinsip industri hijau dan berwawasan lingkungan agar pembangunan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan,” ucapnya.

Perusahaan yang akan mengembangkan kawasan industri tersebut adalah PT Bondara Global International bersama sejumlah mitra investasinya. Perusahaan itu berencana membangun industri perumahan jadi atau fabrikasi rumah tipe 36 sebagai salah satu proyek utama di kawasan tersebut.

Selain industri perumahan, investor juga menyiapkan pengembangan pusat data atau data center yang dinilai memiliki prospek besar di era digital. Tidak hanya itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan sekolah berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Berbagai sektor manufaktur turut masuk dalam rencana investasi, termasuk pembangunan pabrik keramik, pabrik pintu, dan industri perlengkapan bangunan lainnya. Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengungkapkan PT Bondara Global International telah mulai merealisasikan investasinya di Kabupaten Lebak.

“Realisasi investasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi investor lain untuk menanamkan modal di Provinsi Banten sehingga mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” kata Virgojanti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....