Ratusan Investor Tanam Modal di Kabupaten Lebak

  • 17 Mei 2026 02:53 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID,Lebak - Sebanyak 212 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak, pada triwulan pertama 2026. Investasi ratusan perusahaan tersebut mampu menyerap sebanyak 2.856 tenaga kerja lokal di berbagai sektor usaha.

Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin mengatakan realisasi investasi terus menunjukkan tren positif. “Perusahaan PMDN dan PMA yang menanamkan modalnya di daerah tersebut terhitung pada triwulan 1 2026 mencapai 212 perusahaan dengan 664 proyek, dan mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 2.856 orang,” kata Robertus di Lebak, Sabtu, 15 Mei 2026.

Menurut dia, perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Lebak bergerak di sejumlah sektor strategis yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi cukup besar. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp155 miliar.

Selain itu, sektor gas, listrik, dan air juga mencatatkan nilai investasi cukup tinggi yakni sebesar Rp126 miliar. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatatkan investasi sebesar Rp98 miliar.

Untuk sektor hotel dan restoran, nilai investasi mencapai Rp55 miliar selama periode Januari hingga Maret 2026. Adapun sektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatan mencatat investasi sebesar Rp29 miliar.

Robertus menjelaskan investasi PMA terbesar berasal dari Singapura dengan nilai mencapai Rp65 miliar. Selain Singapura, investasi asing juga berasal dari Tiongkok sebesar Rp30 miliar dan Amerika Serikat sebesar Rp26 miliar.

Kemudian, Korea Selatan menanamkan modal sebesar Rp7 miliar di Kabupaten Lebak. Sementara Malaysia dan Inggris masing-masing mencatatkan nilai investasi sebesar Rp5 miliar.

Menurut Robertus, tingginya nilai investasi menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kabupaten Lebak semakin meningkat. “Kami berharap kedepannya banyak perusahaan PMDN dan PMA menanamkan modalnya di daerah ini. Sehingga mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 08 Tahun 2025,” ujarnya.

Ia mengatakan realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp580 miliar atau 206 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp282 miliar. Data tersebut diperoleh berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dari perusahaan PMDN dan PMA.

Pemerintah Kabupaten Lebak, kata dia, berkomitmen menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan utama investasi di Provinsi Banten. Karena itu, promosi investasi terus dioptimalkan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sudah menyediakan lahan untuk kawasan industri seluas 10 ribu hektare tersebar di 13 kecamatan dan terkoneksi dengan Jalan Tol Rangkasbitung-Serang,” kata Robertus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....