Tinggi Permintaan Harga Gula Aren Lebak Naik

  • 01 Mar 2026 20:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Harga gula aren di Kabupaten Lebak , mengalami kenaikan pada Ramadan 2026. Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya permintaan pasar yang berdampak langsung pada omzet pedagang dan penampung. Di sejumlah pasar tradisional, harga gula aren per toros atau kemasan berisi lima ikat kini naik dari Rp200.000 menjadi Rp250.000 per toros.

Kenaikan tersebut mulai dirasakan pelaku usaha dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan harga terjadi seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci. Gula aren menjadi salah satu bahan pokok yang banyak digunakan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun industri makanan.

Salah satu penampung gula aren di Rangkasbitung, Fahri (60), mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan dibanding hari biasa. Permintaan dari pembeli luar daerah juga mengalami kenaikan.

“Kami sekarang bisa menghasilkan omzet pendapatan naik dua kali lipat yang biasanya Rp15 juta kini menjadi Rp30 juta per hari,” kata Fahri, Minggu, 1 Maret 2026.

Menurut Fahri, kenaikan permintaan terjadi sejak awal pekan ini. Ia memperkirakan tren tersebut akan terus berlanjut hingga mendekati Ramadan. Hal serupa disampaikan penampung lainnya di Pasar Rangkasbitung, Maman (60).

Ia menilai kualitas gula aren Lebak menjadi daya tarik utama bagi pembeli. “Sebab, produksi gula aren Kabupaten Lebak memiliki kelebihan yakni organik tanpa kimia, sebab pepohonan nira atau kaung tumbuh di pegunungan dan perbukitan,” ujarnya.

Maman mengatakan, karakteristik gula aren yang alami membuat produk Lebak memiliki cita rasa khas. Hal itu membuat permintaan tidak hanya datang dari pasar lokal, tetapi juga luar daerah.

Ia menambahkan, penambahan stok dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pembelian agar tidak terjadi kekosongan barang di pasaran. “Menjelang Ramadhan kami bisa menghasilkan omzet Rp20 juta dari sebelumnya Rp10 juta per hari. Kami kini menyetok 5 ton dari sebelumnya hanya 3 ton, karena permintaan cenderung meningkat,” katanya.

Pelaksana Tugas Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, , menyebut gula aren sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. “Kami terus melakukan pembinaan agar perajin gula aren bisa bersaing pasar dan menembus pasar domestik hingga mancanegara,” kata Imam.

Imam menambahkan, peningkatan permintaan menjelang Ramadan diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas. Dengan dukungan pembinaan, gula aren Lebak diharapkan semakin dikenal luas sebagai produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.

Rekomendasi Berita