RMU Lebak Mulai Uji Coba Produksi Beras

  • 15 Feb 2026 14:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak mulai melakukan uji coba produksi beras pada Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi milik Pemkab Lebak, menjelang peresmian fasilitas tersebut dalam waktu dekat.

Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kesiapan mesin serta kualitas beras yang dihasilkan sebelum RMU resmi beroperasi penuh melayani kebutuhan masyarakat.

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya di Rangkasbitung, Sabtu, 14 Februari 2026 mengatakan pihaknya optimistis hasil produksi beras dari RMU tersebut mampu menghadirkan beras lokal berkualitas dan berdaya saing. “Kami optimistis hasil beras dari RMU ini akan mampu memproduksi beras lokal yang berkualitas dan dapat bersaing di pasaran,” ujar Hasbi.

Menurutnya, kehadiran RMU ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya peningkatan nilai tambah gabah petani di Kabupaten Lebak. Ia menjelaskan, selama ini sebagian hasil panen petani masih dijual dalam bentuk gabah. Dengan adanya RMU milik pemerintah daerah, proses pengolahan dapat dilakukan secara maksimal sehingga kualitas dan harga jual beras meningkat.

“Dengan adanya RMU ini, kami ingin memastikan gabah petani bisa diolah menjadi beras dengan kualitas yang baik, sehingga nilai ekonominya juga meningkat,” katanya.

Dari hasil uji coba produksi, diketahui mesin RMU mampu menghasilkan beras dengan kualitas medium hingga premium.

Kapasitas produksi mesin tersebut mencapai 2.979 kilogram beras per jam, sehingga dinilai cukup memadai untuk mendukung kebutuhan beras lokal di wilayah Lebak.

Direktur Perumda Lebak Niaga, Ilham Akbar, juga menyampaikan keyakinannya terhadap kualitas dan kapasitas produksi RMU tersebut.

“Kami optimistis hasil beras dari RMU ini dapat memenuhi kebutuhan beras lokal masyarakat Lebak. Dari sisi kualitas, sudah memenuhi standar medium dan premium,” ujar Ilham.

Ia menambahkan, pengoperasian RMU ini nantinya tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada tata kelola distribusi agar beras lokal dapat terserap pasar secara optimal. Selain itu, keberadaan RMU diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah serta memperkuat ketahanan pangan lokal.

Peresmian RMU ditargetkan pada bulan Februari ini.

Pemkab Lebak menargetkan setelah peresmian, RMU dapat beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi petani maupun masyarakat sebagai konsumen beras di Kabupaten Lebak.

Rekomendasi Berita