Perumda Lebak Niaga Targetkan Produksi Beras Mandiri
- 08 Feb 2026 15:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Direktur Perumda Lebak Niaga, Ilham Akbar, menargetkan pihaknya akan mulai memproduksi beras secara mandiri pada bulan Februari ini. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lebak.
Target ambisius tersebut disampaikan menyusul akan segera diresmikannya fasilitas Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi milik Pemerintah Kabupaten Lebak.
Fasilitas modern ini diharapkan menjadi tulang punggung produksi pangan daerah. Pengelolaan RMU tersebut nantinya akan dipercayakan sepenuhnya kepada Perumda Lebak Niaga. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mengoptimalkan aset milik pemerintah tersebut.
Saat ditemui di Rangkasbitung kemarin, Ilham Akbar menyatakan bahwa persiapan operasional mesin sudah memasuki tahap akhir. Pihaknya sedang melakukan koordinasi intensif agar peresmian berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Meski sudah memiliki target waktu operasional, Ilham mengaku belum bisa memberikan angka pasti mengenai target volume produksi beras nantinya.
Hal ini dikarenakan proses produksi sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku di lapangan. Pihak manajemen masih harus memantau ketersediaan Gabah Kering Panen (GKP) dari masyarakat petani di Kabupaten Lebak.
Kualitas dan kuantitas gabah akan sangat menentukan hasil akhir beras yang akan dipasarkan. "Kami belum bisa memberi target angka produksi beras dengan adanya RMU nanti, karena kami masih melihat ketersediaan gabah kering panen masyarakat Lebak yang dapat diproduksi," ujar Ilham Akbar Sabtu, 7 Februari 2026.
Meski demikian, Ilham memastikan bahwa Perumda Lebak Niaga tidak akan bekerja sendirian dalam menjaga rantai pasok. Mereka akan menjalin kemitraan strategis dengan institusi pangan nasional untuk memastikan kelancaran produksi. Ia menegaskan bahwa Perumda akan bekerja sama dengan Perum Bulog untuk melakukan penyerapan gabah kering panen.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah memprioritaskan hasil panen dari para petani lokal di wilayah Lebak. Dengan adanya RMU yang dikelola secara profesional, Ilham optimis stabilitas harga pangan dapat terjaga dengan lebih baik. Hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat Lebak yang kerap menghadapi fluktuasi harga beras.
Ilham meyakini bahwa jika RMU sudah beroperasi penuh, harga beras di pasaran Kabupaten Lebak dapat ditekan secara signifikan. Hal ini dimungkinkan karena jalur distribusi yang menjadi lebih pendek dan efisien. "Kami optimis jika RMU beroperasi nantinya, harga beras khususnya di pasaran Kabupaten Lebak akan dapat ditekan tanpa harus mengurangi pendapatan petani," ucap Ilham optimis.
Skema ini dianggap saling menguntungkan (win-win solution) karena menggunakan gabah lokal sebagai bahan baku utama. Petani mendapatkan kepastian serapan hasil panen dengan harga yang tetap kompetitif dan layak.
Kehadiran RMU ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pangan lokal di Kabupaten Lebak. Dengan sinergi antara BUMD, Bulog, dan petani, swasembada beras di tingkat daerah bukan lagi sekadar impian belaka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....