Pasar Semi Narimbang Ramai namun Bermasalah
- 19 Nov 2025 19:30 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Hiruk pikuk suara pedagang yang menawarkan dagangan, pembeli yang tawar-menawar, hingga lantunan musik dangdut dari pengamen berspeaker besar membuat suasana Pasar Semi Narimbang tampak hidup. Pasar yang baru tiga hari beroperasi itu kini menjadi pusat keramaian baru di wilayah Rangkasbitung. Sejak Senin, 17 November lalu, pedagang kaki lima nonkuliner yang sebelumnya berjualan di kawasan Pasar Rangkasbitung resmi dipindahkan ke Pasar Semi Narimbang. Pemerintah Kabupaten Lebak telah menyiapkan 823 meja lapak untuk menampung seluruh pedagang.
Namun, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Banyak meja lapak yang disediakan pemerintah tampak kosong, terutama di dalam bangunan utama pasar. Sebagian besar pedagang justru memilih berjualan di pelataran luar, sepanjang jalan masuk hingga area halaman rumput.
Para pedagang mengaku ukuran lapak yang disiapkan terlalu kecil, sehingga tidak dapat menampung barang dagangan mereka. Selain itu, tidak sedikit pedagang yang menyebut belum mendapatkan lapak sehingga memilih berjualan di emperan pasar agar tetap dapat berjualan setiap hari.
Yayat, warga Cibadak yang sebelumnya berjualan sayur di kaki lima Jalan Tirtayasa, termasuk yang tetap bertahan di lapak meski dianggap kurang memadai. “Lapaknya kecil banget, tapi mau gimana lagi, kita tetap harus jualan. Penjualan saya sih masih sama, cuma saya berharap meja lapaknya bisa diperlebar, biar barang-barang tidak berdesakan,” ujarnya, saat ditemui di lapaknya, Rabu (19/11/2025).
Ia juga mengatakan proses pemindahan telah dijalankan dengan baik, namun perbaikan fasilitas sangat diperlukan agar pedagang bisa lebih nyaman dan tertib menempati lokasi baru. Yayat menambahkan, banyak temannya sesama pedagang yang memilih berjualan di luar bangunan karena ruang lebih leluasa.
Sementara itu, masyarakat sebagai pembeli juga ikut memberikan respons beragam. Tidak semua merasa diuntungkan dengan pemindahan pedagang ke Pasar Semi Narimbang. Sebagian mengeluhkan jarak pasar yang lebih jauh dari pusat keramaian Rangkasbitung.
Mintarsih, warga Curug Lebak, mengaku harus merogoh biaya lebih besar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. “Kalau ke Pasar Semi saya habis empat puluh ribu buat ongkos pulang-pergi. Jauh banget, dan angkot juga susah. Jadi berat di ongkos, padahal cuma mau belanja kebutuhan dapur,” ucapnya menuturkan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan akses transportasi menuju Pasar Semi Narimbang. Menurutnya, banyak warga yang akhirnya mengurangi frekuensi belanja karena kendala biaya perjalanan.
Pemindahan pedagang kaki lima ke pasar baru sejatinya diharapkan dapat menciptakan ketertiban dan menata kawasan kota agar lebih rapi. Namun berbagai persoalan teknis masih menjadi tantangan yang harus segera ditangani pemerintah.
Ketersediaan fasilitas yang memadai, ukuran lapak yang sesuai kebutuhan pedagang, serta akses transportasi yang terjangkau menjadi faktor penting agar keberadaan Pasar Semi benar-benar memberi manfaat bagi pedagang maupun masyarakat.
Warga dan pedagang berharap pemerintah segera melakukan evaluasi agar pasar yang baru dibuka ini tidak hanya ramai di awal, tetapi juga dapat berjalan efektif, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....