Tip Efektif Biar Lamaran Kerja Dilirik HRD

  • 27 Okt 2025 12:07 WIB
  •  Banten

KBRN, Jakarta: Bagi Anda yang sedang mencari kerja, diingatkan untuk memperhatikan hal-hal dasar sebelum mengirimkan ke alamat perusahaan, agar lamaran bisa dibaca oleh Human Research Development (HRD).

Soalnya sering kali pelamar kerja gagal hanya karena kesalahan sepele saat mengirimkan surat elektronik atau email lamaran. Kesalahan umum pelamar antara lain tidak mencantumkan subjek dan body email, hingga lupa melampirkan Curriculum Vitae (CV).

“Banyak hal dasar yang sebaiknya diperhatikan supaya lamaran kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya dan mendapatkan kerjaan yang kamu mau” ujar Development Manager & Career Content Creator, Fitzgerald Salendu, dalam siniar "Biar Lamaran Kamu Dilirik HRD" Jobstreet by SEEK, yang dikutip Senin (27/10/2025).

Baca juga: Tip Tampil Meyakinkan Saat Wawancara Kerja Menurut Ahli

Dia menjelaskan, menulis subjek email sesuai ketentuan perusahaan sangat penting agar lamaran mudah disortir. Tubuh email juga sebaiknya tidak kosong karena HRD menerima ribuan pesan setiap hari dan akan langsung melewati lamaran yang tidak rapi.

Fitzgerald menyarankan agar dokumen lamaran disatukan dalam satu file yang rapi dengan ukuran tidak lebih dari 5 MB (Megabyte). “Kalau file terlalu besar atau berantakan, bisa-bisa email kamu nggak kebuka sama sekali,” katanya.

Selain itu, waktu pengiriman email juga berpengaruh terhadap peluang dibaca HRD. Berdasarkan akun resmi Kementerian Ketenagakerjaan, waktu terbaik mengirim lamaran adalah pada hari kerja pukul 08.00–09.00 WIB atau 13.00–14.00 WIB.

Baca juga: Keharmonisan dan Etika Kerja di Lingkungan Kerja

Fitzgerald juga mengingatkan agar pelamar menggunakan alamat email yang profesional dan tidak aneh-aneh. “Kalau kamu mau kelihatan kreatif, tunjukkan di portofolio, bukan di alamat email,” katanya.

Kesalahan menyebut nama perusahaan atau posisi juga menjadi hal fatal yang sering terjadi. Menurutnya, pelamar harus teliti sebelum menekan tombol kirim agar tidak dianggap ceroboh dan tidak profesional.

Fitzgerald menambahkan, durasi bekerja di tempat sebelumnya juga menjadi bahan pertimbangan HRD. “Enggak salah kalau nitip lamaran lewat orang dalam, tapi jangan jadi kutu loncat,” ujarnya.

Dengan memperhatikan hal-hal dasar dalam mengirim lamaran kerja, peluang untuk dilirik HRD akan semakin besar. Persiapan yang matang dan sikap profesional menjadi kunci utama agar proses rekrutmen berjalan lancar hingga tahap wawancara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....