Pelaku Usaha di Lebak-Pandeglang Teken Perjanjian Listrik
- 15 Jun 2025 22:42 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Selatan, melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) bersama empat pelanggan industri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Sabtu (14/6/2025).
Empat perusahaan yang menjalin kerja sama dengan PLN tersebut antara lain adalah PT Mandiri Agro Sambas dan PT Tirta Fresindo Jaya, masing-masing dengan permohonan baru (PB) daya sebesar 5,54 Mega Volt Ampere (MVA). Selain itu, dua pelanggan eksisting, yaitu PT Genesis Regeneration Smelter dan PT Astina Indah Abadi, turut melakukan peningkatan daya (PD) dari sebelumnya masing-masing 555 kilo Volt Ampere (kVA) menjadi 5,54 MVA dan dari 935 kVA menjadi 1,38 MVA.
Keempat perusahaan ini merupakan pelaku industri strategis di sektor pengolahan dan manufaktur, yang membutuhkan suplai listrik besar dan stabil guna mendukung operasional dan pengembangan usaha mereka.
Manager PLN UP3 Banten Selatan melalui perwakilannya menyampaikan bahwa kerja sama ini tak hanya soal transaksi listrik, namun bagian dari peran aktif PLN dalam membangun daerah. PLN hadir untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Lebak dan Pandeglang berjalan beriringan dengan penyediaan infrastruktur kelistrikan yang kuat dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam mendorong kemudahan berusaha, menarik lebih banyak investor ke Banten Selatan, serta menumbuhkan pusat-pusat industri baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin menyampaikan, inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan listrik yang andal.
“Melalui kerja sama ini, PLN menegaskan peran strategisnya sebagai mitra pembangunan, penggerak industri, dan pelayan masyarakat. Di Lebak dan Pandeglang, kami ingin memastikan bahwa tidak ada potensi ekonomi yang tertahan hanya karena keterbatasan akses listrik,” kata Joharifin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....