Penyebab Pandeglang Belum Mandiri Pangan

  • 20 Feb 2024 10:23 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Melimpahnya sumber daya alam Kabupaten Pandeglang diakui belum mampu dikelola dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.

Alih-alih menciptakan kemandirian pangan, masyarakat Pandeglang selalu menjerit ketika harga kebutuhan pokok tinggi, terutama komoditi beras.

Padahal Pandeglang merupakan lumbung pangan utama Provinsi Banten. Tahun 2021, Pandeglang mampu berkontribusi 33 persen total produksi beras se-Provinsi Banten, dengan besaran produksi padi sebanyak 888.292 ton yang diperoleh dari sekitar 52 ribu hektare luasan sawah.

Baca juga:

Usaha Pertanian di Pandeglang Turun 5,86 Persen

Kontribusi ini menjadi salah satu pendorong peringkat Banten ke posisi delapan sebagai lumbung padi nasional tahun 2023.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, M. Nasir menjelaskan, salah satu penyebab Pandeglang belum mandiri pangan, karena buruknya manajemen distribusi. Pasalnya, hampir 80 persen gabah kering dari petani Pandeglang, dibawa keluar ke beberapa daerah seperti Karawang dan Cirebon.

“Bagaimana pengelolaan manajemen. Saya kira yang perlu kita perbaiki yang pertama bagaimana gabah-gabah kita diupayakan jangan keluar. Kita harus atur sedemikian rupa sehingga nilai tambah itu ada di kita,” ujar dia, Selasa (20/2/2024).

Baca juga:

Pemkab Pandeglang Tingkatkan Kapasitas Petani Melalui Sekolah Lapang

Dia menerangkan, hal itu terjadi karena kecilnya penggilingan di Pandeglang. Nasir menyebut, hanya ada 1.231 penggilingan padi di Pandeglang yang skalanya masih kecil. Akibatnya petani tidak punya gudang untuk menyimpan hasil gilingan padi sehingga mereka memilih untuk menjualnya keluar daerah.

“Tidak mudah juga karena penggilingan harus punya modal, harus punya fasilitas gudang dan lain-lain. Saya sih berharap hal ini diintervensi oleh pemerinta,” kata Nasir.

Untuk mengatasi hal ini, Nasir menyarankan ada intervensi dari Pemerintah Provinsi Banten, untuk menyiapkan infrastruktur pertanian di Pandeglang yang lebih memadai. Disamping memaksimalkan peran BUMD untuk menyerap gabah petani lokal dengan harga layak.

Baca juga:

Petani Pandeglang Diimbau Beralih Tanam Palawija saat Kemarau

“Saya berharap Provinsi Banten ini bisa melihat sebuah peluang untuk memakmurkan memakmurkan daerah memakmurkan petani dan pelaku-pelaku utama itu bisa hidup,” ujarnya.

Soalnya, lanjut Nasir, Pemkab Pandeglang masih mengalami keterbatasan fiskal, sehingga belum bisa membangun infrastruktur pertanian yang representatif.

Nah itu yang saya ingin, kapan Banten ini siap untuk mengelola potensi gabah khususnya di Pandeglang, Lebak, Serang ssehingga nanti keluar brand beras Banten, ya kan gitu bangga kita,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....