Puslabfor Polri Sebut Gas Chandra Asri Aman bagi Masyarakat

  • 22 Jan 2024 12:03 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Puslabfor Polri menyatakan, gas yang keluar dari aktivitas PT. Chandra Asri hingga menimbulkan bau tak sedap di masyarakat pada Sabtu 20 Januari 2024 kemarin, aman bagi masyarakat sekitar pabrik. Demikian diungkapkan Tim Puslabfor Polri Faisal Rahman saat Press Conference di Mapolres Cilegon, Senin (20/1/2024).

"Kami melaksanakan kegiatan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) sekitar 09.00 WIB bersama Kasubdit Tipidter Polda Banten, didampingi Dir Pamobvit kemudian dari penyidik Polres Cilegon. Brimob juga turun dan didampingi pihak perusahaan (PT Chandra Asri)," kata Faisal.

Baca juga:

Warga Gunung Sugih Keluhkan Bau Tak Sedap dari PT Chandra Asri

Faisal mengaku di TKP menemukan gas senyawa Hidrokarbon. Namun yang perlu ditekankan gasnya aman dan jauh dari baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ujar Faisal.

Dengan demikian, Faisal menyatakan masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Silakan masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik bisa beraktivitas seperti biasa kembali dan tidak perlu merasa khawatir baik di sekitar pabrik maupun di Cilegon umumnya," katanya.

Baca juga:

PT Chandra Asri Mulai Perbaiki Penyebab Flaring

Sementara Direktur Eksternal Perss PT. Chandra Asri, Edi Rifai mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan kepolisian yang telah memberikan perhatian kepada PT Chandra Asri.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan kepolisian yang telah memberikan perhatian kepada Chandra Asri sehingga kondisi dapat terkendali dengan baik," ucap Edi.

Baca juga:

Flaring Candra Asri Tak Pengaruhi Wisatawan ke Anyer

Atas nama perusahaan, Edi juga meminta maaf atas kejadian Sabtu kemarin yang telah membuat masyarakat Cilegon tidak nyaman.

"Sebagai bentuk tanggung jawab kami, Chandra Asri terkait pelayanan kesehatan yang terdampak aktivitas tersebut. Mohon untuk menghubungi Puskesmas terdekat, karena kami sudah koordinasi dengan wali kota dan Kepala Dinas Kesehatan dapat dilakukan secara gratis," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....