Usai Diresmikan, BBWSC3 Akan Optimalkan Fungsi Bendungan Karian

  • 08 Jan 2024 21:14 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Bendungan Karian yang terletak di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, secara resmi beroperasi usai diresmikan Presiden Joko Widodo pada Senin (8/1/2024).

Bendungan Karian ini memiliki volume tampungan sebesar 315 juta meter kubik dan memiliki luas genangan sebesar 1.773 hektare, sehingga diklaim menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede.

Baca juga:

Diresmikan Jokowi, Bendungan Karian Suplai Kebutuhan Air Banten dan Jakarta

Meski sudah diresmikan, namun Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) sebagai pengelola, masih akan melakukan sejumlah pengerjaan supaya Bendungan Karian berfungsi optimal.

“Ke depannya, operasi dan pemeliharaan menjadi fokus Kementerian PUPR. Terlebih karena aset yang kita miliki ini memiliki fungsi dan manfaat yang luar biasa. Saat ini kita sedang dalam tahap pembebasan lahan untuk pipa transmisi sepanjang 59 km. Sehingga dengan percepatan pembangungannya, maka fungsi bendungan akan lebih optimal,” jelas Kepala BBWSC3, I Ketut Jayada.

Baca juga:

Impounding, Bendungan Terbesar Ketiga di Indonesia Siap Beroperasi

Dia menjelaskan, Bendungan Karian juga memanfaatkan teknologi dalam SOP pengoperasiannya. Untuk operasi pintu bendungan, baik pintu Intake Karian, Intake Ciuyah maupun Spillway, dikendalikan di Pusat Pengendalian Unit Pengelola Bendungan (UPB).

“Pusat Pengendalian juga mencatat tinggi muka air, debit masuk waduk dan curah hujan, termasuk forecasting berdasarkan data yang tercatat setiap jam dan hari. Untuk pemeliharaan juga dilakukan secara rutin dan berkala sesuai dengan rencana operasi waduk yang sudah disusun,” ujarnya.

Baca juga:

Hampir Rampung, Bendungan Karian Akan Diresmikan Desember 2023

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia menerangkan, Bendungan Karian yang dibangun sejak 2015 dan selesai pada 2024 ini memiliki manfaat utama untuk memenuhi penyediaan air baku yang akan dialirkan melalui Intake Karian dengan kapasitas 5,5 meter kubik per detik, dan Intake Ciuyah dengan kapasitas 9,1 meter kubik per detik.

“Intake Ciuyah akan mengalirkan air baku di Jakarta Barat dengan kapasitas 3,2 meter kubik per detik. Lalu Kabupaten Bogor dengan kapasitas 0,2 meter kubik per detik. Serta Banten dengan kapasitas 5,7 meter kubik per detik. Sementara, Intake Karian juga memiliki fungsi untuk menambah kebutuhan suplesi Daerah Irigasi Ciujung seluas 22.000 hektare. Dan mengalirkan air baku untuk Serang dan Cilegon dengan kapasitas 1,5 meter kubik per detik,” kata Dirjen Bob.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....