Atasi Kekeringan, BBWSC3 Bangun Tiga Unit Sumur Pompa Dangkal Ditiga Titik
- 06 Okt 2023 13:27 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) Kementerian PUPR, melaksanakan aksi peduli kekeringan dengan membangun tiga sumur pompa dangkal di tiga lokasi berbeda di Provinsi Banten.
Kepala BBWSC3 Banten, I Ketut Jayada mengatakan, aksi tersebut merupakan aksi lanjutan BBWSC3 dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di Banten.
Baca juga:
Atasi Kekeringan, BBWSC3 Bakal Bangun Sumur Bor Disejumlah Wilayah
“Sebelumnya kami (BBWSC3) telah melakukan aksi peduli kekeringan dengan menyalurkan air bersih kepada warga yang tinggal di Kabupaten Serang, Kota Serang, Pandeglang dan Lebak,” kata Jayada usai meresmikan salah satu sumur pompa dangkal di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (6/10/2023).
Sebagai tindak lanjut aksi peduli kekeringan, lanjut Jayada, untuk sementara pihaknya membangun tiga unit sumur pompa dangkal di Banten. Namun demikian, Jayada menyampaikan, baru satu unit sumur yang berhasil dibangun dan dapat digunakan warga untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kita rencannya akan bangun tiga unit sumur di Banten. Namun baru di Desa Margasana ini yang berhasil dan mengeluarkan air bersih untuk warga. Sedangkan, dua unit lagi yang masih dilakukan pengeboran itu dibangun di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang,” Ujar Jayada.
Baca juga:
Pandeglang Segera Tetapkan Status Darurat Kekeringan
Ketut Jayada menyatakan, pembangunan sumur pompa dangkal itu solusi jangka panjang untuk masyarakat yang terdampak kekeringan lantaran sumur itu dapat digunakan masyarakat selama 24 jam dengan cara bergantian.
“Melalui aksi peduli kekeringan dengan membangun sumur pompa itu akses air bersih yang layak dan memadai bagi masyarakat dapat terpenuhi sehingga upaya antisipasi ancaman bencana kekeringan dapat diminimalisir,” katanya.
Sementara salah seorang warga setempat Hapsyah menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk mandi dan nyuci warga menunggu air yang keluar dari sumur miliknya masing-masing. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan air minum dan masak warga membeli dua air galon setiap harinya.
Baca juga:
BBWSC3 “Guyur” 23.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pontang
“Yah nunggu-nunggu air aja, kalau ada air (keluar air) di sumur cepet-cepet nyuci gitu aja setiap harinya. Kalau untuk minum beli sehari dua galon air, satu galonnya Rp5 ribu,” ujar Hapsyah.
Maka dengan adanya sumur pompa dangkal dari BBWSC3 ini Hapsyah mengaku terbantu untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Hapysah berharap bantuan sumur pompa dangkal ini dapat terus ditambah jumlahnya agar warga tidak perlu mengantri untuk mendapatkan air bersih di sumur pompa tersebut.
“Iya senenglah ada air bantuan mah, paling ngantri. Kalau untuk nyuci mah sayang airnya, paling buat masak dan minum air yang dari sumur pompa itu mah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....