BBWSC3 “Guyur” 23.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pontang
- 12 Sep 2023 15:11 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menjawab krisis air bersih yang dialami warga Desa Wanayasa dan Desa Domas, Kecamatan Pontang, sejak beberapa bulan lalu. Melalui Aksi “Peduli Masyarakat’, BBWSC3 mendistribusikan 23.000 liter air bersih bagi warga di dua desa tersebut, Selasa (12/9/2023).
Penyaluran air bersih ini langsung diserbu oleh warga yang sudah menunggu sejak pagi. Mereka membawa berbagai wadah untuk menampung air bersih, mulai dari ember, gentong, hingga galon.
Baca juga:
8 Kecamatan di Pandeglang Alami Krisis Air Bersih
Kepala BBWSC3, I Ketut Jayada menyebut, sasaran penerima bantuan di Desa Domas sebanyak 1.300 KK, serta Desa Wanayasa sebanyak 985 KK.
“Pada hari ini, kami kembali mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 23.000 liter, dengan sasaran penerima bantuan di Desa Domas sebanyak 1.300 KK atau 5.550 jiwa, serta Desa Wanayasa sebanyak 985 KK yang berarti sekitar 3.000 jiwa,” katanya.
Ketut menjelaskan, pendistribusian air bersih tidak hanya dilakukan di Kecamatan Pontang. Sejak 6 September lalu, BBWSC3 juga telah menyalurkan air bersih bagi warga terdampak diberbagai lokasi di Banten. Total BBWSC3 sudah mendistribusikan sebanyak 70.000 liter air bersih.
Baca juga:
Kemarau, Ketersediaan Air Bersih di Cipala Tetap Melimpah
“Sejak 6 September 2023 (distribusi air bersih) telah mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak. Hingga tanggal 8 September 2023, bantuan air bersih telah berhasil didistribusikan ke 16 lokasi yang tersebar di 14 desa, dengan total volume mencapai 47.000 liter. Dengan demikian total bantuan yang disitribusikan hingga hari ini 12 September 2023 mencapai 70.000 liter,” ujar dia.
Sementara seorang warga Desa Wanayasa, Maswan bersyukur adanya pendistribusian air bersih dari BBWSC3. Sebab dia menyebut sudah empat bulan wilayahnya dilanda kekeringan. Selain karena aliran PDAM yang terhenti, sungai juga mengering.
“Tidak tahu kenapa PDAM tidak jalan dari sananya. Sebagian sumur warga juga cuma bisa dimanfaatkan untuk aktivitas mencuci, tidak bisa dikonsumsi karena air yang payau,” ucapnya.
Baca juga:
Akibat Pencemaran Air Laut dan Industri, Cilegon Terancam Krisis Air Bersih
Maswan menambahkan, selama krisis air bersih, warga hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun swasta. Tapi itupun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap pemerintah terus menyalurkan bantuan seperti ini. Apalagi diprediksi musim kemarau masih akan berlangsung hingga Oktober,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....