Terdampak Pembangunan Tol Serang-Panimbang, Wali Murid Minta SDN Pasirkadu 1 Segera Direlokasi

  • 18 Jul 2023 15:16 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang Seksi III yang menghubungkan ruas Cileles-Panimbang, akan menggusur sejumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten Pandeglang.

Salah satunya SDN Pasirkadu 1 yang berada di Kampung Pasirhuni, Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi. Sekolah tersebut masuk dalam daftar sekolah yang terkena gusur proyek Tol Serang-Panimbang. Namun sampai saat ini belum ada kepastian kapan relokasi sekolah akan dilakukan.

Padahal kondisi SDN Pasirkadu 1 sudah mengalami kerusakan berat. Sejumlah sudut tembok sekolah mengalami retak-retak, bahkan beberapa diantaranya sudah hancur.

Baca juga:

300 Hektare Sawah di Pandeglang Tergerus Pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III

“Bangunan sudah hancur. Namun tidak bisa diperbaiki karena kan mau digusur proyek Jalan Tol Serang-Panimbang,” kata seorang wali murid, Ardani, Selasa (18/7/2023).

Dia mengatakan, kondisi bangunan SDN Pasirkadu 1 sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Selain bangunan yang sudah rusak, lingkungan sekolah juga dianggap membahayakan peserta didik, lantaran persis di belakang sekolah, terdapat perlintasan mobil proyek pembangunan jalan tol.

“Entar kalau pengerjaan proyek jalan tol mulai lagi bekerja, ini sangat khawatir keselamatan anak-anak. Untuk itu kita masyarakat di sini pengen segera bangunan sekolah ini direlokasi,” ujarnya.

Wali Murid lainnya, Sarimah menerangkan, aktivitas pembangunan jalan tol itu mengganggu kegiatan belajar lantaran lingkungan sekolah berdekatan dengan lalu lintas kendaraan truk pengangkut tanah, batu, dan alat berat. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, karena kondisi bangunan sekolah yang sudah rusak, ditambah adanya alat berat saat beroperasi menimbulkan getaran kuat.

Baca juga:

TMMD Ke-117 di Pandeglang Akan Menunjang Tol Serang-Panimbang

“Biar anak belajarnya nyaman dan aman. Kalau belum pindah, saya juga khawatir karena bangunan sekolah sudah begitu ditambah kalau banyak alat berat anak-anak suka main di lokasi proyek dan itu kan bahaya,” ucap dia.

Masyarakat minta agar SD Pasirkadu 1 segera direlokasi demi keselamatan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Sebab, sekolah ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap hari.

Selain SDN Pasirkadu 1, ada 3 sekolah lagi yang terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu, yakni SDN Pasirsedang 2 di Kecamatan Picung, SDN Cijakan 2, dan SDM Cijakan 3 di Kecamatan Bojong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....