Pembiayaan Jadi Tantangan KDKMP Lebak

  • 22 Jan 2026 13:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Keterbatasan pembiayaan dan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan utama dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lebak. Meski demikian, pemerintah daerah terus menyiapkan strategi untuk mengatasinya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengungkapkan sebagian koperasi telah memulai operasional dengan mengandalkan swadaya anggota. “Modal awal berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela anggota koperasi,” katanya saat dialog bersama Pro 1 RRI Banten, Kamis, 22 Januari 2026.

Selain swadaya, koperasi juga memanfaatkan Dana Desa, khususnya alokasi 20 persen untuk ketahanan pangan. Dana tersebut digunakan untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui skema kemitraan koperasi.

Imam menambahkan, pemerintah pusat juga direncanakan akan memberikan penyertaan modal melalui PT Agrinusa. Namun, pelaksanaannya masih menunggu regulasi baru. “Kami masih menunggu PMK pengganti terkait penyertaan modal koperasi,” ujarnya.

Dari sisi SDM, tantangan muncul karena pengurus koperasi merupakan hasil musyawarah desa tanpa persyaratan kompetensi khusus. “Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk terus memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen koperasi,” katanya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Lebak membentuk Satgas percepatan KDKMP lintas sektor dan mendorong kemitraan dengan lembaga keuangan daerah serta program nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat modal, pasar, dan tata kelola koperasi, sehingga KDKMP benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....