Banjir Meninggi, Warga Patia Pandeglang Mulai Mengungsi
- 13 Jan 2026 15:02 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Ribuan warga di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, mulai mengungsi akibat rendaman banjir yang meluas. Hingga Selasa (13/1/2026) siang, muka air di Kecamatan Patia terus meninggi, bahkan beberapa titik, ketinggian air bisa melampaui dua meter.
Camat Patia, Supratman melaporkan, intensitas banjir tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Akses darat menuju wilayah tersebut lumpuh total di titik Kampung Timur, Desa Pagelaran, mengakibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Proses evakuasi warga kini menjadi prioritas utama para relawan dan kepala desa di lapangan. Desa Idaman, Ciawi, Surianen, dan Rahayu tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah.
"Sekarang ini masyarakat sedang dievakuasi untuk diungsikan ke tempat yang layak. Barang-barang berharga seperti kulkas sudah ditinggalkan, sudah tidak tertolong lagi. Daripada mereka mengamankan harta benda, lebih baik mengamankan diri sendiri," kata Supratman.
Baca juga: Belasan Desa di Pandeglang Terendam Banjir
Hingga saat ini, pemerintah kecamatan masih berupaya mencari titik pengungsian yang lebih layak di beberapa titik banjir seperti di Desa Rahayu dan Ciawi. Kebutuhan mendesak berupa perahu karet menjadi prioritas Kecamatan utama untuk menjangkau warga yang masih bertahan di rumah karena alasan menjaga harta benda.
Sementara salah seorang pengungsi di Desa Surianeun, Fatma mengungkapkan, warga mulai memadati posko darurat di sebuah masjid, setelah lokasi pengungsian sebelumnya di gedung sekolah tidak lagi memungkinkan untuk ditempati. Meski demikian, menurutnya mobilitas warga menuju posko masih dinamis karena sebagian masyarakat memilih bertahan di kediaman masing-masing selama akses di dalam rumah masih dianggap layak.
Ia mengatakan awalnya posko hanya tercatat diisi sekitar 28 jiwa, kini jumlahnya telah bertambah hingga mencapai 60 Kepala Keluarga (KK).
Baca juga: Banjir Kembali Merendam Belasan Kecamatan di Pandeglang
"Poskonya dari kemarin malam. Sebelumnya di sekolah, tapi karena kebanjiran pindah ke sini," ucapnya.
Kebutuhan akan tempat beralih yang lebih representatif menjadi desakan utama warga saat ini. Fatma menjelaskan, keputusan untuk pindah ke posko saat ini diambil karena air sudah tidak memungkinkan bagi warga untuk beraktivitas di lokasi pengungsian lama.
"Kami berharap ada koordinasi lebih lanjut terkait pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi selama mereka berada di titik pengungsian darurat," kata dia. (Ridwan Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....