Belasan Desa di Pandeglang Terendam Banjir
- 12 Jan 2026 13:46 WIB
- Banten
KBRN, Pandegkang: Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pandeglang sejak Minggu (11/1/2026), membuat sejumlah sungai yang melintas di daerah tersebut meluap. Luapan aliran sungai itu menyebabkan sedikitnya 14 desa di Kabupaten Pandeglang terendam banjir.
Banjir tersebar di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Panimbang, dan Kecamatan Sukaresmi. Ketinggian air berbeda-beda, mulai dari 20 centimeter hingga satu meter.
Kepala Seksi Strategi dan Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Deni Musadad menyatakan, Tim Reaksi Cepat masih melakukan proses asesmen mendalam untuk memvalidasi jumlah total jiwa dan Kepala Keluarga di seluruh titik bencana guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Akibatkan Banjir dan Pohon Tumbang di Pandeglang
"Laporan per hari ini ada 6 kecamatan dan 14 desa yang tergenang. Ketinggian air mulai 20 cm sampai 1 meter. Menurut BMKG cuaca seperti ini mungkin sampai Februari," kata Deni, Senin (12/1/2026).
Menurut Deni hingga hari ini, fokus penanganan darurat dipusatkan di Desa Idaman yang diperkirakan menjadi lokasi paling terdampak. BPBD-PK mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air yang mendadak, terutama bagi penduduk yang tinggal di sepanjang bantaran kali.
Sementara Camat Patia, Supratman menyebut, tujuh desa di Patia terdampak banjir, meliputi Desa Idaman, Ciawi, Surianeun, Pasir Gadung, Patia, Cimoyan, dan Desa Babakankeusik. Dia mengatakan, banjir ini adalah yang kedua kalinya melanda Patia dalam satu bulan terakhir. Salah satu penyebabnya adalah luapan Sungai Cilemer, Sungai Cisata, dan Sungai Cikadul. Hal ini diperparah dengan kondisi geografis Kecamatan Patia, yang merupakan dataran rendah, sehingga titik temu limpahan air dari berbagai sungai di Pandeglang.
Baca juga: Tiga Hari Terendam Banjir, Warga Patia Mulai Ungsikan Barang Berharga
"Ada 10 desa di Patia, yang terdampak banjir 7 desa dan cuma 3 desa yang tidak terkena. Paling parah di Desa Idaman ada 422 KK, airnya sudah sepinggang bahkan ada yang sedada atau semeter lebih di pinggiran sungai," ucapnya.
Dia menyebut, ribuan warga Patia terdampak banjir kali ini. Desa Idaman menjadi wilayah dengan kondisi paling kritis, yang mana luapan air mencapai ketinggian satu meter dan telah merendam sekitar 400 rumah warga.
Ada tiga desa di Patia yang tidak terkena dampak banjir, yakni Desa Turus, Desa Pasir Gadung, dan Desa Rahayu. Meski demikian, pemerintah kecamatan tetap menyiagakan personel di wilayah tersebut karena cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung. (Ridwan Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....