Gorong-gorong Tol Dituding Jadi Penyebab BAP 1 Langganan Banjir

  • 02 Jan 2026 22:44 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Wali Kota Serang, Budi Rustandi menilai, banjir yang kerap melanda Perumahan Bumi Agung Permai (BAP) 1, Kota Serang, bukan sekadar persoalan lingkungan permukiman. Menurutnya, persoalan utama berada pada gorong-gorong tol yang tak kunjung diperbaiki.

Budi mengatakan, gorong-gorong yang berada di bawah ruas Tol Tangerang–Merak dinilai tidak sebanding dengan debit air saat hujan dan menjadi penyebab utama luapan ke kawasan permukiman warga.

Baca juga: Banjir Genangi Tiga Kecamatan di Kota Serang

Menurut Budi, gorong-gorong tersebut merupakan bagian dari aset jalan tol yang berada dalam tanggung jawab Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Namun hingga awal Januari ini, tidak ada respons dari BPJT, meskipun Pemerintah Kota Serang telah mengirimkan surat sejak April 2025 lalu.

“Gorong-gorong di bawah tol itu bagian dari pemeliharaan BPJT. Kami sudah bersurat sejak April, tapi sampai hari ini tidak pernah ada balasan,” kata Budi saat meninjau titik rawan banjir di perumahan BAP 1, Jumat (2/1/2025).

Ia mengaku kecewa dengan sikap BPJT yang dinilai tidak menunjukkan koordinasi dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemerintah Kota Serang. Kondisi tersebut, membuat penanganan banjir berjalan lambat dan berdampak langsung pada masyarakat.

Baca juga: Respons Cepat Lintas Daerah Dibutuhkan Atasi Banjir di Serang

“Ini sangat tidak baik untuk daerah. Dampaknya ke ribuan rumah. Jangan sampai nanti pusat hanya tahu daerahnya banjir, lalu yang disalahkan gubernur atau wali kota, padahal sumber masalahnya ada di gorong-gorong tol,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat, Pemkot Serang bersama Pemprov Banten memutuskan melakukan penanganan sementara. Salah satunya dengan pembuatan sodetan untuk mengalihkan aliran air agar genangan di kawasan permukiman dapat berkurang.

Budi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten juga akan membangun tembok penahan tanah (TPT) sepanjang sekitar 500 meter yang mengarah ke saluran pembuangan dan embung di wilayah Paburan. Pekerjaan tersebut ditujukan sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu perbaikan infrastruktur tol.

Baca juga: Banjir Kasemen Berulang Sistem Pembuangan Air Bermasalah

“Ini penanganan sementara. Harapannya bisa mengurangi genangan sambil menunggu BPJT memperbaiki gorong-gorong yang ukurannya memang tidak memadai,” kata Budi.

Ia memastikan akan memanggil pihak BPJT pada Senin mendatang. Budi menyebut pemanggilan tersebut sebagai ultimatum agar BPJT menjelaskan secara terbuka rencana pekerjaan dan waktu pelaksanaan perbaikan.

“Saya undang BPJT hari Senin. Saya tunggu mereka. Harus ada kejelasan, kapan mulai kerja dan seperti apa penanganannya. Ini sudah terlalu lama dibiarkan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....