Banjir Genangi Tiga Kecamatan di Kota Serang

  • 18 Des 2025 15:40 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang : Sejumlah permukiman warga di Kota Serang masih tergenang banjir hingga Kamis sore (18/12/2025). Laporan sementara BPBD Kota Serang menunjukkan genangan terjadi di tiga kecamatan dengan ketinggian air bervariasi hingga 80 sentimeter.

Banjir tercatat melanda Kecamatan Kasemen, Cipocok Jaya, dan Walantaka. Di Kecamatan Kasemen, genangan air terjadi di Lingkungan Rujak Beling, Kendal, dan Tanggul Jaya. Ketinggian air berkisar antara 15 hingga 40 sentimeter. Sebanyak 108 rumah dengan 361 jiwa terdampak, dan 15 warga mengungsi di Lingkungan Kendal.

Kecamatan Cipocok Jaya menjadi wilayah terdampak paling luas. Genangan merendam Komplek Untirta Permai dan Komplek Grand Sutra dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Sebanyak 548 rumah dengan 2.730 jiwa terdampak, dan hingga siang hari air belum surut.

Di Kecamatan Walantaka, banjir merendam Komplek Grand Sutera Blok D1 hingga D8, Kelurahan Teritih. Sebanyak 150 rumah terendam, dengan 425 jiwa terdampak.

Selain banjir, BPBD Kota Serang juga mencatat kejadian cuaca ekstrem berupa rumah roboh di Kecamatan Taktakan, Serang, dan Kasemen, serta satu kejadian longsor di Lingkungan Cikoak, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan. Seluruh kejadian masih dalam proses pendataan petugas.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan peningkatan debit air terpantau di sejumlah aliran sungai, antara lain Kali Cibanten, Kali Padma Raya, Kali Banten, dan Kali KSB.

“Petugas masih melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan karena di beberapa titik air belum surut,” kata Diat.

Ia meminta masyarakat waspada terhadap potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir, seiring kondisi cuaca yang masih belum stabil.

“Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati terhadap perubahan cuaca, termasuk risiko angin kencang dan petir,” katanya.

Diat juga mengajak warga untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, terutama saluran air dari sampah, guna mengurangi potensi genangan lanjutan.

“Upaya pencegahan bisa dimulai dari lingkungan masing-masing dengan membersihkan sampah dan drainase,” ujarnya.

Selain itu, BPBD meminta masyarakat segera melapor apabila terjadi bencana melalui kanal resmi yang tersedia.

“Jika terjadi kondisi darurat, segera lapor ke BPBD dan lakukan penyelamatan mandiri sesuai kemampuan sambil menunggu petugas datang,” kata Diat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....