Pengiriman Perdana Sampah Tangsel ke Cilowong Diawasi Ketat
- 02 Jan 2026 07:56 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pengiriman perdana sampah dari Kota Tangerang Selatan ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, mendapat pengawasan langsung dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Pengawasan dilakukan sejak armada keluar dari rest area hingga tiba di titik pemeriksaan wilayah Jakung, Kecamatan Taktakan, Senin malam.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi turun langsung memastikan seluruh tahapan pengiriman berjalan sesuai kesepakatan kerja sama antardaerah. Pemeriksaan meliputi kondisi armada, kelengkapan administrasi, serta muatan sampah yang diangkut.
Budi menyebut armada yang digunakan dalam pengiriman perdana tersebut telah memenuhi standar teknis yang disepakati. Seluruh kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Serang dipastikan dalam kondisi baru dan tertutup.
Baca juga: Pemkab dan Pemkot Serang Kerja Sama Kelola Sampah
“Pengecekan kami lakukan dari awal. Armada yang datang sesuai dengan perjanjian,” ujar Budi, Kamis (1/1/2026).
Dalam pelaksanaan awal, Budi mengakui masih ditemukan sejumlah catatan teknis. Di antaranya terkait kapasitas penampungan air lindi dan sistem aliran yang masih perlu penyempurnaan.
“Masih ada beberapa bagian yang harus dibenahi. Itu menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.
Baca juga: Retribusi Pengelolaan Sampah Antardaerah Kota Serang Capai Rp14 Miliar
Selain aspek teknis, perhatian juga diarahkan pada kondisi lingkungan sekitar TPAS, khususnya ketersediaan air bersih bagi warga. Pemerintah Kota Serang berencana membahas hal tersebut dalam masa uji coba pengiriman yang berlangsung beberapa hari ke depan.
Kerja sama pengelolaan sampah ini disertai bantuan keuangan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebesar Rp65 miliar. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan infrastruktur di TPAS Cilowong, termasuk sarana pendukung operasional.
Sementara perwakilan warga Taktakan, Anshori mengatakan, selama masa uji coba, warga akan melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pengiriman. Warga akan mencatat identitas pengemudi, nomor kendaraan, hingga memastikan tidak ada pelanggaran teknis saat armada melintas.
Baca juga: TPAS Cilowong Kota Serang Diprediksi Penuh 2035
“Kami sepakat uji coba tujuh hari. Ini keputusan bersama se-Kecamatan Taktakan, bukan hanya warga Cilowong,” ujarnya.
Menurut Anshori, selama uji coba berlangsung, masyarakat akan mengevaluasi setiap temuan di lapangan. Jika muncul persoalan yang dinilai merugikan warga, tindak lanjut akan dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi.
“Selama masa uji coba berlangsung, warga terus melakukan pengawasan agar pengiriman sampah berjalan sesuai kesepakatan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....