Cilegon Catat Penurunan Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2025
- 20 Nov 2025 10:43 WIB
- Banten
KBRN, Cilegon: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon mencatat tren penurunan kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2025, meski belum signifikan. Hingga November, terdapat 91 kasus yang ditangani, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang selalu melewati angka 100.
Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma menyebut, penurunan tersebut tidak lepas dari peningkatan langkah preventif, edukasi berkelanjutan, serta perluasan layanan pengaduan. “Kami terus meningkatkan edukasi dan pencegahan agar anak-anak berani mengatakan tidak dan berani melapor ketika terjadi sesuatu yang merugikan diri mereka,” ucapnya.
Baca juga: Sekolah Diharap Transparan Tindak Lanjut Kasus Kekerasan Anak
Selain edukasi langsung, Pemkot Cilegon juga memperkuat layanan pelaporan melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) dan jaringan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 43 kelurahan. Jaringan ini menjadi garda terdepan dalam menerima laporan dari masyarakat dan melakukan pendampingan awal kepada korban.
Meski demikian, tantangan masih besar, terutama karena sebagian masyarakat masih takut melapor akibat tekanan sosial atau kekhawatiran pada pelaku yang berasal dari lingkungan dekat. Lia menekankan bahwa keluarga memiliki peran sentral karena sebagian besar kasus justru terjadi di lingkungan yang dekat dengan anak.
Baca juga: Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Anak
Di sisi lain, ancaman kekerasan digital turut menjadi perhatian serius. Penggunaan gawai tanpa pengawasan membuat anak rentan terhadap eksploitasi, perundungan, hingga paparan konten berbahaya. DP3AP2KB telah bekerja sama dengan sekolah untuk meningkatkan literasi digital, namun pengawasan keluarga tetap menjadi benteng utama.
Lia berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah tegas untuk membatasi akses ke akun atau konten berbahaya yang dapat diakses anak. Ia juga mengajak seluruh orang tua di Cilegon untuk memperkuat komunikasi dengan anak dan tidak membiarkan mereka menghadapi dunia digital tanpa pendampingan. (Muntibi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....