Bahasa Daerah Representasikan Budaya dan Identitas Banten
- 22 Okt 2025 22:39 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya yang merefleksikan karakter dan jati diri masyarakat. Hal ini disampaikan Widyabasa Kantor Bahasa Provinsi Banten, Nurulia Rosito Iswan dan Anisa Magfirani Ramadhan dalam dialog “Cerita di Balik Kata: Bahasa Daerah ke KBBI” bersama Pro 2 RRI Banten, Rabu (22/10/2025).
Nurulia menyebut, setiap kata daerah mengandung nilai budaya yang mendalam. “Bahasa daerah adalah wajah budaya. Setiap kata merefleksikan nilai, tradisi, dan jati diri masyarakatnya,” ujarnya.
Baca juga: Bahasa Indonesia: Warisan, Identitas, dan Pemersatu Bangsa
Ia mengingatkan, jika bahasa daerah punah, maka sebagian budaya juga ikut hilang. Sebab di dalam bahasa tersimpan pandangan hidup, nilai moral, dan pengetahuan lokal yang menjadi identitas masyarakat.
Sementara Anisa menambahkan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bentuk menjaga warisan budaya bangsa. “Satu kosakata daerah yang diakui berarti satu warisan budaya terselamatkan,” ucapnya. Ia mengajak generasi muda untuk aktif menggunakan bahasa daerah, baik dalam percakapan sehari-hari maupun di ruang digital, agar tetap hidup di tengah gempuran bahasa asing.
Baca juga: Kantor Bahasa Banten Wajibkan Publik Utamakan Bahasa Indonesia
Kantor Bahasa menilai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga bahasa daerah. Penggunaan bahasa lokal dalam ruang informal dinilai mampu menjaga kelangsungan kosakata agar tidak tergeser oleh bahasa asing.
Melalui program inventarisasi dan pelindungan bahasa daerah, Kantor Bahasa Provinsi Banten terus mendokumentasikan istilah dan ungkapan tradisi lokal agar identitas Banten tetap lestari di tengah arus globalisasi. Nurulia berharap masyarakat turut berperan aktif menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. (Nurlela)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....