Aktivis Cilegon Soroti Demokrasi Indonesia Hanya Prosedural

  • 16 Sep 2025 09:26 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Memperingati Hari Demokrasi Internasional pada 15 September 2025, aktivis Cilegon menilai praktik demokrasi di Indonesia masih sebatas prosedural. Hal ini disampaikan Rahmat Hidayat, Ketua Inisiator Perjuangan Rakyat Inspira Kota Cilegon, dalam dialog pagi di RRI Pro 1 Banten, Selasa (16/9/2025).

Menurut Rahmat, demokrasi seharusnya menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Namun, praktik yang berjalan saat ini cenderung hanya memenuhi aturan formal tanpa menghadirkan substansi keterlibatan masyarakat. “Demokrasi kita hari ini berjalan baik, tetapi hanya sebatas demokrasi prosedural. Substansinya seringkali hilang,” ujar Rahmat.

Ia mencontohkan, reses anggota DPRD kerap hanya melibatkan kelompok pendukung dekat, sementara aspirasi masyarakat luas jarang terserap. Kondisi ini menurutnya menunjukkan keterbatasan ruang rakyat dalam mempengaruhi kebijakan.

Rahmat juga menekankan pentingnya peran legislatif untuk turun langsung ke masyarakat. “Ketika pengangguran dan kemiskinan meningkat di Cilegon, seharusnya wakil rakyat hadir menyerap aspirasi dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Rahmat menilai tantangan terbesar demokrasi ada pada penyelenggaraan pemilu. Ia mengingatkan pentingnya netralitas aparat dan pendidikan pemilih agar rakyat bisa memilih secara cerdas. “Penyelenggara pemilu tidak boleh hanya fokus pada saat pemungutan suara, tapi juga memberi pendidikan politik sepanjang periode,” ucap Rahmat.

Ia berharap momentum Hari Demokrasi Internasional bisa menjadi refleksi untuk memperkuat substansi demokrasi di Indonesia. “Harapan saya, pemerintah lebih mementingkan kepentingan masyarakat, bukan hanya kepentingan individu,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....