Orang Tua Jadi Kunci Tekan Kasus Kekerasan Anak
- 13 Sep 2025 14:10 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang masih terus bermunculan. Meski laporan kini lebih terbuka dibanding tahun-tahun sebelumnya, peran orang tua menjadi faktor utama untuk mencegah persoalan itu terus berulang.
Pasalnya, jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Pandeglang masih tergolong tinggi. Berdasarkan catatan, sepanjang tahun 2025 ini sudah ada 40 laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Sementara sepanjang 2024 lalu, DP2KBP3A mencatat lebih dari 70 kasus.
Baca juga: Upaya Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak di Pandeglang
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Gimas Rahadyan, menegaskan keluarga adalah organisasi terkecil yang menentukan pola prilaku dan tumbuh kembang anak. Menurutnya lemahnya komitmen dalam rumah tangga masih menjadi penyebab utama kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak di Pandeglang. Kondisi ekonomi, kemiskinan, hingga pola asuh yang keliru memperburuk pola asuh anak.
"Kami sudah mendeklarasikan komitmen bersama hingga tingkat desa dan kecamatan. Tapi semua itu akan percuma jika di rumah tangga tidak ada pengawasan melekat dari orang tua," ucapnya, Sabtu (13/9/2025).
DP2KBP3A Pandeglang telah menyiapkan langkah penanganan, mulai dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), rumah aman, hingga pendampingan psikolog bagi korban. Namun menurut Gimas penekanan pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan. Menurutnya orang tua harus memastikan fungsi keluarga berjalan, mulai dari pendidikan, perlindungan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar anak.
"Ketika pernikahan tidak dilandasi komitmen, banyak masalah yang muncul. Pertengkaran, pola asuh yang salah, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini bukan sekadar urusan individu, tapi menyangkut kualitas keluarga secara keseluruhan," kata Gimas.
Baca juga: Sepanjang 2025, 40 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Pandeglang
Di sisi lain, peran sekolah, tokoh agama, dan masyarakat juga dibutuhkan untuk memperkuat komitmen orang tua. Edukasi tentang pernikahan dini, kampanye keluarga berencana, hingga deklarasi bersama menolak kekerasan telah dilakukan pemerintah.
Meski optimisme penguatan keluarga terus digaungkan, kasus kekerasan yang berulang menjadi alarm bagi semua pihak. Orang tua dituntut tidak abai terhadap kondisi rumah tangganya sendiri. Sebab, pencegahan hanya bisa dimulai dari dalam keluarga, sebelum korban jatuh lebih dalam pada trauma hingga depresi. (Ridwan Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....