Lapas Rangkasbitung Bina WBP Lewat Pertanian SAE

  • 25 Agt 2025 16:10 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Lapas Kelas III Rangkasbitung terus berupaya membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan berbagai kegiatan positif yang kelak bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah di bidang pertanian, melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Berbagai jenis palawija dan sayur mayur ditanam oleh para WBP, antara lain cabai, terong, bayam, sawi, ketimun, kacang tanah, dan sejumlah tanaman lainnya. Hasil panen ini tidak hanya bermanfaat bagi WBP, tetapi juga bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar Lapas.

Kepala Lapas Rangkasbitung, RD Achmad Zaki, mengatakan bahwa program pertanian di lahan SAE merupakan implementasi dari arahan pemerintah, baik dari Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan maupun program ketahanan pangan nasional.

“Pertanian di lahan SAE ini selain merujuk pada 13 program asimilasi Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan khususnya butir kedua yakni memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan, juga mengacu pada program Astacita Presiden Prabowo mengenai ketahanan pangan,” ujar Zaki, Senin (25/8/2025).

Ia menambahkan, tujuan utama dari kegiatan ini tidak hanya sebatas mendukung program pemerintah, tetapi juga membekali WBP dengan keterampilan praktis yang berguna ketika mereka kembali ke masyarakat. “Kami ingin warga binaan memiliki bekal keahlian di bidang pertanian sehingga dapat mandiri dan berkontribusi positif setelah bebas,” ucapnya.

Dalam mendukung program ketahanan pangan tersebut, Lapas Rangkasbitung juga menjalin kerja sama dengan Polres Lebak dalam penanaman jagung di lahan SAE seluas 2,5 hektare di Kecamatan Cibadak.

Kedepan, pihak Lapas juga merancang kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak untuk melakukan penanaman padi huma atau padi gogo di lahan SAE. Dengan langkah ini, Lapas Rangkasbitung berharap dapat mencetak warga binaan yang berdaya, produktif, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan daerah maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....