Boedak Saung Tanam Ratusan Fragmen Terumbu Karang di Pulau Liwungan
- 24 Agt 2025 17:27 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Sebanyak 120 fragmen terumbu karang, atau 10 rak jaring laba-laba sebagai media tanam terumbu karang, ditransplantasi oleh Perkumpulan Boedak Saung bersama Forum Pelestari Terumbu Karang (F-PTK) Banten, di perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu 24 Agustus 2025.
Kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan pulau Liwungan tersebut, merupakan kegiatan puncak Perkumpulan Budak Saung, dalam mengisi HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun, dengan sejumlah rangkaian acara yang sebelumnya dilakukan, yakni Sosialisasi Mitigasi Bencana pada siswa SLTA dan Lomba Mewarnai tingkat TK dan Paud.
Ketua Umum Boedak Saung, Mardiana Tirtalaksana mengatakan, sejumlah rangkaian kegiatan, dalam rangka merayakan HUT RI ke 80 kali ini, merupakan salah satu agenda rutin Boedak Saung, yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, bersama F-PTK Provinsi Banten.
“Kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan pulau-pulau yang ada di Banten ini, sebenarnya bukan hanya kali ini saja, akan tetapi kegiatan transplantasi terumbu karang ini, sudah kita laksanakan sejak beberapa tahun lalu, bersama F-PTK Banten, sebagai motor penggeraknya,” kata yang akrab disapa Rian ini.
Dikatakannya juga, Boedak Saung dan F-PTK Banten, akan terus berupaya merangkul serta mengajak berbagai unsur masyarakat, organisasi dan pemerintah, untuk ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan alam bawah laut, khususnya pelestarian terumbu karang.
“Gerakan ini diharapkan bisa menjadi gerakan masif dari berbagai pihak, untuk ikut mencintai dan melestarikan terumbu karang, khususnya di perairan Provinsi Banten, yang semakin hari semakin memprihatinkan kondisinya. Padahal jelas, secara ekologi, maupun manfaat, terumbu karang tergolong pilar terdepan dalam kelestarian alam secara global di muka bumi ini,” ucap Rian.
Sementara Ketua F-PTK Banten, Nurwarta Wiguna mengatakan, aksi rehabilitasi, restorasi, transplantasi, menanam, maupun membangun terumbu karang tersebut, hanyalah sebuah sebutan saja. Karena intinya, yakni membangun kesadaran kolektif dari semua unsur stakeholder, untuk lebih peduli lagi terhadap kondisi terumbu karang pasca-Tsunami Anak Krakatau di perairan Banten ini.
“Ya apapun sebutannya, yang pasti kami hanya ingin membangun kesadaran kita semua, atas kondisi terumbu karang di perairan Provinsi Banten ini. Kami atas nama F-PTK berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti disini, karena bagi kami, apapun kondisinya, kami akan terus berupaya melakukan Gerbang Terang ini, meskipun hanya sebatas kegiatan Corel Leaf to School,” kata Nurwarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....