KS dan PGN Teken MoU Pemanfaatan Fasilitas Kepelabuhanan

  • 13 Mar 2025 08:46 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon : PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan penandatanganan kerja sama kepelabuhanan bersama PT Perusahan Gas Negara Tbk (PT PGN Tbk) yang dihadiri oleh Direktur Utama PT PGN Tbk Arief Setiawan Handoko, Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan, dan Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Noor Fuad, di Jakarta, Rabu (12/3/2025) kemarin.

“Sinergi dan kolaborasi perusahaan BUMN ini merupakan sebuah kerja sama kontribusi positif untuk saling menumbuhkembangkan satu sama lain. PT PGN Tbk dapat mengembangkan infrastruktur gas bumi baik offshore dan onshore dan Krakatau Steel melalui PT Krakatau Bandar Samudera dapat menyediakan layanan kepelabuhanan untuk kebutuhan Liquified Natural Gas bunkering,” kata Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan melalui keterangan tertulis yang diterima RRI, Kamis (13/3/2025).

Akbar Djohan menyampaikan, Krakatau Steel saat ini tidak lagi hanya berfokus pada bisnis baja, melainkan juga pengembangan industri non baja melalui Krakatau Steel Group seperti PT Krakatau Bandar Samudera akan secara kontinyu membangun ekosistem industri dan jasa kepelabuhan. Transformasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik sehingga sebagai industri strategis kami dapat terus tumbuh mendukung pembangunan nasional.

“Kami berharap kerja sama yang direncanakan berjalan hingga 2 tahun ini dapat dilakukan dengan baik, tidak ada kendala apa pun dan bahkan dapat mengembangkan kerja sama untuk fasilitas lainnya di Krakatau Steel Group sehingga tidak hanya berhenti di PT Krakatau Bandar Samudera,” kata Akbar Djohan.

Sementara, Direktur Utama PT PGN Tbk Arief Setiawan Handoko mengatakan, lokasi pelabuhan yang potensial untuk pengembangan tersebut adalah Terminal Cigading 1 dan Terminal Cigading 2, yang terletak di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Lantaran di Kawasan tersebut telah memiliki jaringan pipa gas bumi.

“Harapan kami, kolaborasi ini dapat segera direalisasikan dalam tahapan yang lebih konkrit, sehingga memberikan manfaat jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua pihak. Pemanfaatan pelabuhan untuk pembangunan landbase LNG sangat potensial dan diperlukan, mengingat kebutuhan LNG untuk memenuhi pasokan gas ke wilayah-wilayah yang jauh dari jaringan pipa,” ujar Arief.

Diinformasikan, PT Krakatau Bandar Samudera sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) memiliki layanan end-to-end, mulai dari marine service, port handling, trucking, hingga bunkering dengan kapasitas mencapai 25 juta ton per tahun. Saat ini PT Krakatau Bandar Samudera memiliki 17 jetty dengan beberapa fasilitas berstandar internasional, seperti pilotage & towage, mooring-unmooring, stevedoring, jetty management, dan integrated logistics services yang dapat melayani 800 kapal setiap tahunnya. PT Krakatau Bandar Samudera juga memiliki Continuous Ship Unloader (CSU) berkecepatan 1.300 ton/jam yang terintegrasi dengan gudang (integrated warehouse/IWH) dengan standar food grade. Secara total, KBS dapat mengakomodasi kapal besar sampai 200.000 DWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....