Pemkot Tangerang Matangkan Rencana Pembangunan Sky Bridge Poris Plawad

  • 16 Jun 2026 06:41 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID , Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mematangkan rencana strategis realisasi pembangunan jembatan penyeberangan orang (sky bridge) yang menghubungkan dua simpul transportasi utama, yakni Stasiun Batuceper dan Terminal Poris Plawad. Langkah taktis ini diorientasikan untuk memperkuat interkoneksi moda transportasi massal serta memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat komuter di kawasan urban.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan proyek jembatan layang pedestrian tersebut merupakan bagian utuh dari cetak biru pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) Poris Plawad. Otoritas kedaerahan menargetkan proses pengerjaan fisik konstruksi di lapangan akan mulai direalisasikan secara bertahap pada tahun 2027 mendatang.

”Kami mendukung penuh rencana pembangunan jembatan penyeberangan orang di Stasiun Batuceper nanti. Adapun Memorandum of Understanding (MoU) akan diteken dalam waktu dekat, kami tinggal menyiapkan penganggaran dan melaksanakan sesuai dengan kewenangan sebagai pemerintah daerah mulai tahun depan,” ujarnya, Senin 15 Juni 2026.

Sembari menunggu tahapan konstruksi utama berjalan, kata dia Pemkot Tangerang bersiap melakukan akselerasi pembenahan dengan membangun sejumlah fasilitas penunjang di area sekitar kawasan TOD. Beberapa program kerja yang masuk dalam manifes prioritas meliputi penyediaan gedung parkir komuter (park and ride) serta penataan jalur pedestrian di sepanjang koridor Jalan Benteng Betawi.

Langkah penataan wilayah tapak ini dinilai krusial guna menjamin kenyamanan pejalan kaki sekaligus mengurai simpul kemacetan di area luar terminal. Bappeda memastikan koordinasi berlapis dengan para pemangku kepentingan vertikal terus diperketat, termasuk penguatan jalinan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Sinkronisasi lintas sektoral ini diperlukan mengingat proyek fisik tersebut bersinggungan langsung dengan aset perkeretaapian dan jalur jalan nasional.“Kami sudah menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak dengan harapan MoU-nya bisa disusun pada tahun 2026 ini sebagaimana yang telah disampaikan sejalan dengan proses penguatan kerja sama dengan Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia dan Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) yang sudah mulai berjalan,” kata Yeti.

Menurut Yeti pencana pembangunan interkoneksi sky bridge di Stasiun Batuceper ini juga telah mengantongi lampu hijau dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Melalui Direktorat Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian PPN/Bappenas, otoritas pusat menilai langkah intervensi infrastruktur ini sangat efektif untuk mendongkrak minat masyarakat beralih ke transportasi umum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....