Diguyur Hujan Lebat Kawasan PLTU 9 & 10 Terendam Banjir

  • 17 Jan 2023 19:20 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon terendam banjir hingga mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya aktivitas pengerjaan proyek PLTU 9 dan 10 sempat terhenti sementara oleh banjir tersebut.

Kabid Kesiapsiagaan dan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Oman Faturahman membenarkan adanya banjir di Pulomerak. Oman menuturkan, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan gelombang laut yang juga dilaporkan naik, sehingga air tidak tertampung dan naik ke darat yang menerjang sebagian wilayah Suralaya dan Lebak Gede Kota Cilegon.

"Jadi itu posisi di proyek 9, 10 pas gerbang depan kantor Polairud," ujar Oman saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (17/1/2023).

Terkait peristiwa itu, Oman mengaku tengah melakukan asesmen untuk mengetahui dampak yang dari terjadinya banjir tersebut dan langkah-langkah yang harus dilakukan agar tidak terjadi banjir lagi apabila turun hujan.

"Kalau penyebab belum bisa memastikan, karena saya belum asesmen. Tapi intinya curah hujan cukup tinggi diluar dugaan," sambungnya.

Terpisah, Kasi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Serang Tarjono mengatakan, banjir terjadi karena wilayah Cilegon khususnya banjir Suralaya, dilanda hujan ekstrem.

"Hujan secara terus menerus dengan intensitas sedang yang terjadi mulai pukul 05.20 WIB. Mungkin sampai saat ini masih hujan ringan yang terpantau dari radar cuaca. Sehingga kondisi ini menyebabkan banjir di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak. Titik banjirnya di proyek 9 dan 10 dan Polairud," ucap Tarjono.

Dikatakan Tarjono, hujan ektrem terpantau mulai pukul 05.20 WIB hingga pukul 10.00 WIB, Hujan dengan kapasitas 92,9 milimeter per detik terjadi di wilayah tersebut. Selain itu, pihaknya juga mendapati adanya anomali positif pada suhu muka air laut Perairan Selat Sunda. Sehingga mengakibatkan banjir disejumlah wilayah di Cilegon.

"Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pada tanggal 17 Januari 2023 terdapat anomali positif dari suhu muka air laut di perairan Selat Sunda. Kemudian juga terpantau adanya belokan angin di wilayah Banten bagian Utara sehingga mengakibatkan penumpukan masa udara dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten khususnya di sekitar Pantura," ungkapnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....