Melestarikan Bahasa Daerah untuk Menjaga Identitas Budaya

  • 21 Feb 2025 11:07 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya suatu masyarakat. Indonesia yang memiliki lebih dari 700 bahasa daerah menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelestariannya.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Asep Juanda mengatakan pewarisan bahasa daerah kepada generasi muda sangat penting agar tidak terjadi kepunahan dan bahasa daerah mengandung nilai-nilai budaya yang unik dan menjadi cerminan sejarah serta cara berpikir suatu komunitas.

"Bahasa daerah adalah jati diri kita. Kalau kita kehilangan bahasa daerah, kita juga kehilangan sebagian dari identitas budaya kita," ucap Asep, Jumat (21/2/2025).

Namun, tren di kalangan anak muda saat ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah semakin berkurang. Banyak yang lebih memilih menggunakan bahasa nasional atau bahkan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari. "Salah satu penyebab utama kemunduran bahasa daerah adalah keengganan generasi muda untuk menggunakannya. Jika tidak segera diatasi, bahasa daerah bisa mengalami kepunahan," kata Asep.

Untuk mengatasi hal ini, berbagai upaya pelestarian dilakukan, salah satunya melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada anak-anak melalui berbagai kompetisi kreatif, seperti pidato, mendongeng, dan menulis cerpen dalam bahasa daerah.

"Dengan cara yang menyenangkan, generasi muda bisa lebih tertarik dan bangga menggunakan bahasa daerah mereka," ujar Asep.

Selain itu, Asep juga menekankan peran keluarga juga sangat penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah. Penggunaan bahasa serah di lingkungan rumah menjadi langkah awal untuk mempertahankan keberadaannya.

Melalui berbagai inisiatif dan dukungan dari masyarakat, diharapkan generasi muda semakin sadar akan pentingnya bahasa daerah. "Berbahasa daerah itu keren. Jangan ragu untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan menjaga bahasa, kita juga menjaga budaya dan identitas kita sendiri," kata Asep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....