Dindikpora Pandeglang Pertimbangkan Terapkan Mapel AI dan Coding

  • 09 Des 2024 19:33 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, mengaku masih mempertimbangkan untuk menerapkan Mata Pelajaran (Mapel) Artificial Intelligence (AI) dan coding di jenjang SD dan SMP.

Sebelumnya wacana itu muncul dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam perencanaannya, Mapel AI dan Coding itu akan dimasukkan dalam pembaharuan kurikulum tahun depan.

Baca juga: Dindikpora Sebut 70 Persen SMPN di Pandeglang Telah Bentuk Satgas TPPK

Kasi Kurikulum SMP pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Agung Kusuma Bakti mengungkapkan, wacana itu harus disesuaikan dengan keadaan sekolah. Mengingat masih banyak sekolah di Pandeglang yang belum siap secara infrastruktur dan sumber daya manusianya.

“Kalau memang setiap sekolah harus menerapkan kurikulum baru ini, artinya fasilitas harus disediakan oleh pemerintah pusat. Saat ini, di Pandeglang masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai,” ujarnya, Senin (9/12/2024).

Namun begitu, Agung menjelaskan masih menunggu aturan jelas terkait pelaksanaan kurikulum tersebut. Jika mengamati perkembangan yang terjadi, Mapel ini bersifat pilihan, sehingga hanya sekolah dengan perangkat yang siap yang dapat menerapkannya.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut terkait implementasi Mapel ini. Berdasarkan informasi sementara, Mapel ini bersifat pilihan, jadi hanya sekolah dengan perangkat yang siap yang dapat menerapkannya,” kata dia.

Menurut Agung, biasanya akan dilakukan uji coba terlebih dahulu apabila ada kebijakan kurikulum terbaru. Mengingat baru beberapa sekolah yang dianggap siap jika kebijakan itu mulai diberlakukan.

“Biasanya, OPD di daerah akan mengundang kami dalam forum diskusi untuk membahas skema jika program ini benar-benar diterapkan,” ucap Agung.

Baca juga: Dindikpora Pandeglang Usulkan Penambahan 20 Sekolah Penggerak

Oleh karenanya dia berharap program ini mendapat dukungan penuh, termasuk bantuan untuk memperbanyak fasilitas agar semua siswa dapat mempelajari kurikulum tambahan tersebut.

“AI ini seharusnya bisa diakses dan dipelajari oleh semua siswa. Jadi, harapannya, bantuan dari pemerintah pusat segera datang,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....