Hari Pahlawan: Pemuda Berperan Dorong Kesetaraan Pendidikan
- 10 Nov 2024 14:53 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2024, Ketua Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kota Serang, Riska Mahira, berbicara mengenai pentingnya peran pemuda dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan di Indonesia.
Mengingat tema Hari Pahlawan tahun ini adalah "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu," Riska menekankan bahwa pemuda adalah aset penting bagi bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan dan ketimpangan yang masih ada di berbagai wilayah.
"Jumlah pemuda Indonesia mencapai sekitar 78 juta, dan mereka lah yang berpotensi besar untuk membangun bangsa melalui pendidikan," katanya dalam wawancara bersama RRI Pro2 FM Banten Minggu (10/11/2024) pagi.
Menurutnya, pemuda memiliki peran vital sebagai agen perubahan, dan dengan akses pendidikan yang setara, mereka dapat mengasah kemampuan untuk berkontribusi lebih besar. "Kita harus mempersiapkan pemuda dengan bekal pendidikan yang cukup agar siap menghadapi Generasi Emas 2045," ucap Riska.
Ia juga menyoroti peningkatan peran pemuda dalam berbagai bidang, termasuk politik dan pendidikan. Saat ini, semakin banyak pemuda yang menduduki posisi strategis dan berpartisipasi aktif dalam pengambilan kebijakan. "Ketika pemuda ikut terlibat dalam kebijakan, mereka lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh generasinya," katanya.
Namun, Riska tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih ada, khususnya dalam hal kesenjangan pendidikan di wilayah Banten. Ia menyebutkan, "Di Banten, kita masih melihat ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok." Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat dan pemuda sendiri.
Dalam upaya mengatasi kesenjangan ini, Riska mendorong pemuda untuk melakukan proyek sosial yang dapat membantu anak-anak di daerah terpencil. Misalnya, melalui seminar dan program mentorship, pemuda dapat memberikan motivasi kepada anak-anak agar berani bermimpi dan melanjutkan pendidikan. "Banyak anak di pelosok yang merasa mimpi mereka terlalu mahal. Padahal, ada banyak beasiswa yang bisa mereka manfaatkan," ujarnya.
Riska juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi pemuda dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. "Kita memiliki banyak kampus dan mahasiswa di Banten. Jika mereka mau menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu dan motivasi kepada anak-anak di pelosok, ini bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar," ucapnya.
Di akhir wawancara, Riska mengajak seluruh pemuda untuk terus mengembangkan diri, baik melalui pendidikan formal maupun informal seperti mengikuti seminar, workshop, atau bahkan belajar dari berbagai konten edukatif di platform digital. "Pemuda harus siap berperan aktif dan berinovasi demi masa depan bangsa yang lebih baik," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....