Gubernur Andra Soni Imbau Warga Waspadai Sebaran Abu

  • 06 Sep 2026 05:14 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Provinsi Banten terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi menyebabkan abu vulkanik terbawa angin hingga ke sejumlah wilayah Banten dan Jawa Barat. Pemantauan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pihak terkait.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal tersebut di Kota Serang, Sabtu, 5 September 2026. Andra mengatakan BPBD Banten terus berkoordinasi dengan pemantau Gunung Anak Krakatau yang berada di Bandung.

Koordinasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api dan arah sebaran abu vulkanik. Pemerintah daerah juga memantau kondisi wilayah yang terdampak sebaran abu.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap dampak erupsi. “Ya, kita tetap monitor. Melalui BPBD, BPBD koordinasi dengan pemantau yang ada di Bandung, arah anginnya membawa debunya sampai ke wilayah Banten dan Jawa Barat,” ujar Andra Soni.

Andra meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran abu vulkanik. Warga di wilayah terdampak juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi kondisi tersebut.

Pemerintah mengingatkan warga untuk mengikuti informasi dari sumber resmi. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.

Erupsi menerus terpantau disertai suara gemuruh dan semburan yang menyerupai lava fountain. Aktivitas tersebut juga disertai lontaran material vulkanik dan hujan abu.

Masyarakat di sekitar gunung api diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi. Badan Geologi meminta masyarakat, wisatawan dan nelayan tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk dalam radius tersebut. Warga di wilayah pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta mengikuti arahan BPBD setempat.

Informasi mengenai aktivitas gunung api juga harus diperoleh dari kanal resmi. Andra Soni menegaskan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemprov Banten melalui BPBD akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait. Masyarakat diminta tetap waspada, menggunakan masker di wilayah terdampak abu dan tidak mendekati kawasan berbahaya.

Warga juga diimbau tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....