Bupati Serang Instruksikan KBM Daring Tujuh Kecamatan
- 07 Sep 2026 06:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menginstruksikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring di tujuh kecamatan mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan tersebut diterapkan menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih menimbulkan abu vulkanik.
Tujuh kecamatan yang terdampak yakni Cinangka, Anyer, Mancak, Padarincang, Ciomas, Pabuaran, dan Baros. Langkah tersebut diambil untuk mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik selama aktivitas erupsi berlangsung. Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan kebijakan itu saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Minggu, 6 September 2026.
Peninjauan dilakukan bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Pandeglang Raden Dewi. Sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Banten serta Pemerintah Kabupaten Serang dan Pandeglang turut hadir.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama jajaran Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Ratu mengatakan kondisi abu vulkanik yang masih terjadi menjadi pertimbangan utama penerapan pembelajaran daring.
Ia menyebut tujuh kecamatan menjadi wilayah yang saat ini masih terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia memastikan surat edaran mengenai pelaksanaan KBM daring akan diterbitkan untuk menjadi pedoman sekolah.
“Sesegera mungkin, buat surat edaran, karena abu vulkanik masih terjadi,” ujarnya.
Menurut Ratu, pembelajaran daring akan diberlakukan selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Kebijakan tersebut akan dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Ia meminta kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara di wilayah yang terdampak. Pemerintah daerah akan kembali mempertimbangkan pembelajaran tatap muka setelah situasi dinyatakan lebih aman.
Selain mengatur kegiatan pendidikan, Pemkab Serang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau. Ratu mengatakan pemantauan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.
Ia juga meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi. Imbauan serupa telah disampaikan kepada pemerintah kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Serang.
Ratu mengingatkan masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat diminta menggunakan masker dan kacamata untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Menurutnya, abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada selama abu vulkanik masih berpotensi terjadi.
Sementara itu, Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan. Meski demikian, potensi erupsi masih tetap ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.
PVMBG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila terdapat perubahan kondisi maupun rekomendasi. Informasi terbaru terkait aktivitas gunung api akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai dasar penanganan dan mitigasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....