Bawang Merah Dipanen, Pemkab Serang Kejar Swasembada

  • 24 Agt 2026 20:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kabupaten Serang memanen bawang merah hasil Program Ratu Tani Bahagia di Kampung Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Senin 24 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat swasembada pangan melalui peningkatan produksi komoditas hortikultura.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, program tersebut diharapkan dapat membantu menekan inflasi daerah. Benih bawang merah yang digunakan petani berasal dari bantuan APBD Kabupaten Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap petani yang mengembangkan bawang merah dan cabai. Pemkab Serang mendorong peningkatan produksi agar kebutuhan pangan masyarakat dapat lebih banyak dipenuhi dari hasil pertanian lokal.

Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang merah dari luar daerah. Asisten Daerah II Pemkab Serang Febriyanto mewakili Bupati menyampaikan apresiasi kepada petani Desa Pegandikan yang konsisten mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, bawang merah merupakan komoditas yang dibutuhkan masyarakat sehingga produksinya perlu terus ditingkatkan.

Ia berharap semangat petani bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian dapat terus dipertahankan untuk mendukung ketahanan pangan. “Alhamdulillah hari ini mereka melakukan panen raya bawang merah,” ujarnya.

Menurut Febriyanto, bantuan benih yang diberikan melalui DKPP merupakan dukungan pemerintah agar aktivitas pertanian masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dana bantuan tersebut tidak dibebankan untuk dikembalikan kepada organisasi perangkat daerah.

Sebaliknya, bantuan akan terus digulirkan kepada masyarakat untuk memperkuat kegiatan pertanian. Pemkab Serang juga mendorong masyarakat mengembangkan kampung masing-masing menjadi Kampung Hortikultura.

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan Program Ratu Tani Bahagia merupakan salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi. Bawang merah menjadi komoditas prioritas karena termasuk kebutuhan pokok masyarakat dan berpengaruh terhadap inflasi.

Berdasarkan perhitungan DKPP, kebutuhan bawang merah di Kabupaten Serang mencapai sekitar 5.100 ton dalam setahun. “Kalau kita hitung per bulannya itu 400 ton, per minggunya itu habis 100 ton, dan per harinya kurang lebih 15 ton,” katanya.

Suhardjo mengungkapkan produksi bawang merah Kabupaten Serang pada 2025 masih berada di angka 74 ton dari target 76 ton. Jumlah tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga pasokan dari luar daerah masih diperlukan.

Tahun ini, Pemkab Serang mengalokasikan pengembangan bawang merah pada lahan seluas 16,5 hektare melalui APBD. Pemerintah berharap produksi dapat meningkat dan melampaui target 80 ton.

Untuk memperluas produksi, DKPP juga telah mengusulkan CPCL lahan seluas 52,2 hektare kepada Kementerian Pertanian yang tersebar di tujuh kecamatan. Pengembangan lahan akan dilakukan secara bertahap dengan mengatur waktu tanam dan panen antardaerah.

Pola tersebut diharapkan membuat ketersediaan bawang merah lebih terjaga setiap bulan. Dengan demikian, produksi lokal dapat semakin memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membantu menjaga kestabilan harga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....