Perubahan Perilaku Jadi Tantangan Cegah Hantavirus

  • 03 Jun 2026 10:58 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Upaya pencegahan hantavirus di Kota Serang tidak hanya bergantung pada pengendalian populasi tikus, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut menjadi tantangan utama yang dihadapi pemerintah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan hewan pengerat tersebut.

Ketua Tim Surveilans Imunisasi Krisis Kesehatan Haji dan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Serang, Herawati, menilai edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus terus diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Keberadaan tikus sering kali berkaitan dengan kondisi lingkungan yang kurang terawat, seperti penumpukan sampah, gudang yang jarang dibersihkan, hingga adanya celah yang menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah.

“Tantangan utama itu merubah perilaku masyarakat. Karena merubah perilaku itu sangat sulit dan harus dilakukan secara bertahap, terutama dalam penerapan PHBS,” ujarnya saat berbincang bersama programa 1 RRI, Rabu 3 Juni 2026.

Herawati mengatakan masyarakat perlu membiasakan diri membersihkan lingkungan secara rutin, mengelola sampah dengan baik, serta tidak membiarkan makanan terbuka yang dapat menarik keberadaan tikus. Selain itu, masyarakat juga diminta berkoordinasi dengan pengurus lingkungan apabila menemukan populasi tikus dalam jumlah besar.

Langkah tersebut dinilai penting agar pengendalian dapat dilakukan secara bersama-sama dan lebih efektif. Dinas Kesehatan Kota Serang berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga risiko munculnya hantavirus maupun penyakit lain yang ditularkan hewan pengerat dapat ditekan.

Lingkungan yang bersih dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan keluarga dan masyarakat secara luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....