Realisasi Anggaran Pemkab Serang Triwulan Satu Masih Rendah
- 21 Apr 2026 18:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kabupaten Serang menggelar rapat evaluasi realisasi keuangan serta pekerjaan fisik dan nonfisik Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Tb. Suwandi dan diikuti oleh seluruh kepala OPD serta camat. Rapat juga dirangkaikan dengan pengarahan persiapan penyembelihan 1.000 domba. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kinerja pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, menjelaskan evaluasi ini merupakan agenda rutin. Namun, kali ini dilakukan secara lebih menyeluruh dengan melibatkan kepala OPD dan camat. Tujuannya agar masing-masing dapat melihat langsung capaian kinerjanya. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
“Selama ini belum pernah secara khusus dikumpulkan kepala OPD dan camat, sehingga mereka bisa melihat langsung capaian kinerja triwulan satu. Ke depan evaluasi akan dilakukan setiap bulan. Penilaian juga akan diintegrasikan dengan berbagai sistem agar lebih objektif. Dengan begitu, kinerja OPD dapat terlihat secara jelas dan adil,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Ia menambahkan sistem penilaian akan menggabungkan berbagai laporan seperti Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan dan manajemen talenta. Dengan sistem tersebut, capaian kinerja dapat diukur hingga tingkat individu dalam OPD. Hal ini diharapkan mampu menghilangkan penilaian yang bersifat subjektif. Pemerintah daerah ingin memastikan penilaian berbasis data yang akurat.
Berdasarkan hasil evaluasi, hampir seluruh OPD masih mencatatkan realisasi anggaran di bawah 25 persen. Bahkan, terdapat beberapa OPD yang realisasinya masih di bawah 10 persen. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya capaian pada triwulan pertama. Sementara itu, di tingkat kecamatan, baru Kecamatan Cikande yang melampaui 25 persen.
Zaldi menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia tidak ingin terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun. Jika hal itu terjadi, maka berpotensi menyebabkan anggaran tidak terserap secara maksimal. Dampaknya bisa menimbulkan luncuran anggaran ke tahun berikutnya.
Menurutnya, rendahnya realisasi pada triwulan pertama disebabkan proses konsolidasi yang masih berjalan. Kegiatan seperti penyusunan rencana umum pengadaan dan penyelesaian laporan masih berlangsung. Selain itu, sebagian OPD memang menargetkan percepatan pada triwulan kedua. Dengan evaluasi rutin, diharapkan kendala dapat segera diatasi dan kinerja meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....