Wagub Apresiasi Kesiapan Polda Banten Hadapi May Day
- 20 Apr 2026 17:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, memberikan apresiasi terhadap kesiapan Polda Banten dalam menjaga keamanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Hal itu disampaikan Wagub usai menghadiri simulasi pengamanan dalam kota. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Kota Serang Senin 20 April 2026. Simulasi ini menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban masyarakat.
Menurut Dimyati, pelaksanaan simulasi menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Ia menilai tahapan pengamanan telah dirancang secara sistematis. Mulai dari penanganan situasi awal hingga kondisi yang berpotensi meningkat menjadi kerusuhan. Hal ini mencerminkan profesionalitas aparat kepolisian di lapangan.
“Kalau kita lihat simulasi tadi, jajaran kepolisian sudah siap menangani kemungkinan hal-hal yang terjadi. Apresiasi kepada Polda Banten yang menyelenggarakan simulasi Sispamkota. Ini sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan kesiapan tersebut meliputi personel, peralatan, serta dukungan lainnya. Semua unsur dinilai telah dipersiapkan dengan baik. Dengan demikian, potensi gangguan dapat diminimalisir.
Selain itu, Dimyati juga menyoroti pendekatan persuasif yang dilakukan oleh Polda Banten. Ia menyebut komunikasi yang dibangun dengan masyarakat berjalan cukup efektif. Pendekatan ini dinilai mampu meredam potensi konflik sejak dini. Sehingga situasi keamanan di Banten tetap kondusif.
Di sisi lain, Kapolda Banten, Hengki, menjelaskan bahwa simulasi dilakukan sebagai bentuk kesiapan pengamanan May Day. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI serta pemerintah daerah. Tujuannya adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk para buruh. Selain itu, pengamanan juga mencakup berbagai kegiatan sosial yang digelar saat peringatan tersebut.
Pelatihan Sispamkota juga difokuskan pada kesiapan personel dan sarana prasarana. Standar operasional prosedur menjadi bagian penting dalam latihan tersebut. Aparat dilatih untuk tetap sabar dan tidak mudah terprovokasi. Hal ini penting dalam menghadapi situasi unjuk rasa yang dinamis.
Dalam simulasi tersebut, ditunjukkan tahapan pengamanan berdasarkan kondisi lapangan. Mulai dari situasi aman hingga kondisi yang berpotensi anarkis. Petugas tetap mengedepankan negosiasi sebelum melakukan tindakan lanjutan. Dengan latihan ini, diharapkan pengamanan di wilayah Banten semakin profesional dan masyarakat turut berperan menjaga keamanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....