Teater Dza ‘Izza Kembali Memukau lewat Langit Tak Pernah Pergi

  • 17 Jun 2026 18:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangerang – Teater Dza ‘Izza kembali menghadirkan pertunjukan yang memikat melalui produksi ke-13 bertajuk Langit Tak Pernah Pergi. Naskah melodramatis bernuansa sufistik karya Ahmad Moehdor al-Farisi itu dipentaskan di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Teater tersebut dipentaskan dengan mengangkat tema cinta, kehilangan, pengabdian, dan keikhlasan. Nuansa sufistik yang kuat membuat pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang perenungan bagi para penonton.

Sebagai kelompok teater pesantren yang dikenal memiliki karakter artistik kuat, Teater Dza ‘Izza kembali menunjukkan kualitasnya melalui tata panggung yang megah dan permainan emosi yang menyentuh. Kehadiran live orchestra dalam sejumlah adegan turut memperkuat suasana sehingga penonton larut dalam setiap alur cerita.

Pertunjukan ini mengisahkan tentang hakikat cinta yang tidak selalu harus dimiliki, melainkan dipahami sebagai jalan menuju keikhlasan dan kepasrahan. Dialog-dialog puitis yang sarat metafora juga menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan pesan spiritual kepada penonton.

Sutradara sekaligus penulis naskah, Ahmad Moehdor al-Farisi mengatakan, Langit Tak Pernah Pergi lahir dari kegelisahan tentang bagaimana manusia memaknai cinta dan kehilangan dalam kehidupannya. “Saya ingin menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya dinikmati secara visual, tetapi juga mampu mengajak penonton merenungkan hubungan manusia dengan cinta, takdir, dan Tuhan,” ujarnya kepada RRI pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pria yang akrab disapa Cak Ndor ini menjelaskan, teater pesantren memiliki ruang yang luas untuk menghadirkan karya-karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus mengandung nilai spiritual. Ia menilai seni pertunjukan dapat menjadi media dakwah yang menyentuh dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Melalui Langit Tak Pernah Pergi, kami ingin menyampaikan bahwa cinta yang sejati terkadang bukan tentang memiliki, melainkan tentang belajar ikhlas dan menerima kehendak Tuhan,” katanya.

Produksi ke-13 ini juga menampilkan kolaborasi antara ustaz dan santri sebagai pemain. Perpaduan tersebut menghadirkan energi pertunjukan yang hangat, intim, sekaligus memiliki kekuatan dramatik yang mendalam.

Sejumlah penonton mengaku terharu dan terpukau dengan alur cerita serta kualitas artistik yang ditampilkan. Tak sedikit di antara mereka yang meneteskan air mata ketika menyaksikan adegan-adegan emosional yang diiringi musik orkestra secara langsung.

Pementasan Langit Tak Pernah Pergi kembali menegaskan eksistensi Teater Dza ‘Izza sebagai ruang kreatif yang terus merawat tradisi kesenian pesantren. Karya tersebut menjadi bukti bahwa teater pesantren mampu menghadirkan pertunjukan yang indah secara artistik, sekaligus kuat secara spiritual dan emosional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....