Wayang Musikal Babad Banten Angkat Pesan Ketahanan Pangan

  • 17 Jun 2026 06:50 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Wayang Nganjor Indonesia akan menggelar pertunjukan Wayang Musikal, yang merupakan alih wahana manuskrip Babad Banten. Mengangkat tema "Dari Lontar ke Layar, dari Tutur ke Panggung", pertujukan ini akan menghubungkan tradisi manuskrip dan pertunjukan kontemporer, yang membuka ruang dialog masa lalu dan masa kini.

Babad Banten merupakan narasi hidup yang terus ditafsirkan, diwariskan, dan dimaknai ulang dalam konteks masyarakat hari ini. Melalui proses transformasi ini, pengetahuan budaya menjadi lebih inklusif, partisipatif, dan relevan bagi publik yang lebih luas.

Pertunjukan Wayang Musikal Babad Banten tidak hanya menghadirkan kisah dari manuskrip lokal, tetapi juga membawa pesan mengenai ketahanan pangan dan pentingnya rempah-rempah bagi kehidupan masyarakat. Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama yang ingin disampaikan kepada penonton.

Dalam pertunjukan itu, penonton diajak melihat keterkaitan antara peristiwa masa lalu dengan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Cerita yang diangkat tidak hanya menampilkan riwayat Kesultanan Banten, tetapi juga refleksi terhadap persoalan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat.

Inisiator Pertunjukan Wayang Musikal Babad Banten, Tirta N. Pratama, mengatakan pementasan tersebut berupaya menghadirkan suasana yang membuat penonton dapat merasakan kondisi ekonomi yang terjadi pada masa lalu. Sekaligus menghubungkannya dengan situasi kekinian.

“Ini ada pesan untuk masyarakatnya bagaimana kita merefleksikan kejadian masa lalu dan memang sangat sesuai dengan kondisi real saat ini,” kata Tirta dalam dialog Siaran Seni Tradisional dan Budaya bersama RRI Pro 1 Banten, Selasa 16 Juni 2026.

Sutradara Pertunjukan Wayang Musikal Babad Banten, Parwa Rahayu menambahkan bahwa rempah-rempah menjadi salah satu tema penting yang dimasukkan ke dalam pertunjukan. Menurutnya, masyarakat perlu kembali menyadari potensi besar yang dimiliki daerah, terutama terkait ketahanan pangan dan komoditas rempah.

“Yang harus kita pahami untuk situasi saat ini adalah edukasi-edukasi tentang ketahanan pangan termasuk rempah,” ujarnya.

Melalui pesan tersebut, pertunjukan diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Pertunjukan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi yang mengingatkan masyarakat terhadap potensi pangan dan kekayaan alam yang dimiliki.

Watang Musikal ini akan digelar di GOR Cikupa, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu, 20 Juni 2026. Pertunjukan ini akan menghadirkan berbagai kolaborator dari pelaku seni di Pandeglang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....