Dimyati Dorong Bedug Jadi Simbol Acara Resmi Pemerintah
- 30 Mei 2026 09:33 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah berkomitmen memperjuangkan aspirasi para seniman bedug agar bedug tidak hanya ditampilkan dalam festival budaya. Bedug diharapkan dapat menjadi simbol pembuka berbagai agenda resmi pemerintahan di Provinsi Banten.
Komitmen tersebut disampaikan Wagub saat membuka Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang, Jumat 29 Mei 2026. Aspirasi itu muncul dari para seniman yang menginginkan bedug lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dimyati Natakusumah menyatakan dukungannya atas kegiatan tersebut. Gagasan tersebut sejalan dengan upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah.
Menurutnya, bedug memiliki nilai historis dan budaya yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Banten. "Tadi dari seniman-seniman bedug minta kepala daerah agar bedug menjadi simbol untuk membuka agenda acara. Ya bisa saja, ke depan kalau membuka acara menggunakan bedug," ujarnya.
Ia menyatakan akan menyampaikan gagasan tersebut kepada seluruh kepala daerah di Banten. Menurutnya, penggunaan bedug dapat menjadi simbol yang khas dan membedakan Banten dari daerah lain.
Gagasan itu juga mendapat sambutan positif dari para peserta kegiatan. Bedug dinilai mampu menjadi representasi budaya lokal yang kuat dalam berbagai kegiatan resmi.
Dimyati menilai selama ini pembukaan berbagai kegiatan umumnya menggunakan gong sebagai tanda dimulainya acara. Namun, bedug memiliki nilai budaya dan identitas lokal yang tidak kalah kuat.
Padahal bedug layak menjadi alternatif simbol pembuka kegiatan resmi pemerintahan. Langkah tersebut juga dapat menjadi upaya konkret dalam pelestarian budaya daerah.
Ketua Asosiasi Seniman Bedug Kabupaten Pandeglang Endang Suhendar menyampaikan harapannya agar bedug menjadi bagian dari identitas daerah yang lebih kuat. Menurutnya, bedug tidak hanya layak dimainkan dalam festival budaya tahunan.
Tradisi tersebut juga dapat hadir dalam berbagai aktivitas publik dan pemerintahan. Dengan begitu, keberadaan bedug semakin dikenal oleh generasi muda.
Gebrag Ngadu Bedug 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026. Kegiatan ini kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk dua tahun berturut-turut. Mengusung tema "Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami", acara tersebut menjadi wadah pertemuan seniman, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat.
Sebanyak 20 kampung bedug dari berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang turut berpartisipasi dalam perhelatan budaya tersebut, yakni Kampung Kabayan Masjid, Kampung Cicadas, Kampung Sukalimas, Kampung Carodok Mandala, Kampung Salabentar, Kampung Cibeunying, Kampung Cilaja, Kampung Kadu Limus, Kampung Kadu Kupa, Kampung Ciguludug, Kampung Cikiray, Kampung Kadugajah, Kampung Sanim, Kampung Sarkawana, Kampung Juhut, Kampung Jambu, Kampung Sorean, Kampung Cipacung, Kampung Talaga, dan Kampung Juhut JIP.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Gebrag Ngadu Bedug juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas UMKM, perdagangan, dan sektor pariwisata lokal ikut bergerak selama penyelenggaraan kegiatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....