Ekspor Banten pada Juni 2023 Turun 14,20 Persen

  • 02 Agt 2023 15:11 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Nilai ekspor Banten pada Juni 2023 turun 14,20 persen dibanding Mei 2023, yaitu dari sebelumnya sebesar US$1,12 miliar menjadi US$0,96 miliar. Penurunan ekspor tersebut disebabkan oleh ekspor nonmigas bulan Juni 2023 yang turun sebesar 15,06 persen dari US$1,10 miliar menjadi US$0,94 miliar. Sementara kelompok migas mengalami peningkatan sebesar 37,35 persen yang semula US$18,54 juta menjadi US$25,47 juta.

“Dibanding kondisi bulan yang sama tahun 2022, nilai ekspor Banten Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 19,32 persen. Penurunan nilai ekspor tersebut disebabkan oleh ekspor nonmigas yang turun sebesar 19,32 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Faizal Anwar dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu (2/8/2023).

Baca juga:

Mei Ini, Nilai Ekspor dan Impor Provinsi Banten Naik

Dia mengatakan, nilai ekspor Banten Januari-Juni 2023 mencapai US$6,03 miliar atau turun sebesar 18,73 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ekspor periode tersebut lebih disebabkan oleh ekspor nomigas yang turun mencapai 19,69 persen.

Menurut Faizal Anwar, Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Juni 2023 mencapai US$646,95 juta, lalu untuk golongan barang lainnya sebesar US$289,74 juta.

“Nilai ekspor nonmigas terbesar pada Juni 2023 berasal dari golongan barang alas kaki yaitu mencapai US$178,89 juta, disusul oleh plastik dan barang dari plastik serta besi dan tembaga dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$104,93juta dan US$63,69 juta,” kata dia.

Baca juga:

KKP Akan Jadikan Perairan Banten untuk Bisnis Ekspor Impor Barang

Adapun sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama di bulan Juni 2023 hampir seluruhnya mengalami penurunan nilai ekspor dibandingkan bulan sebelumnya. Hanya pada golongan karet dan barang dari karet saja yang mengalami peningkatan sebesar 4,66 persen.

“Penurunan tertinggi terjadi pada golongan besi dan baja dan tembaga yaitu masing-masing sebesar US$66,01 juta (59,08 persen) dan US$19,12 juta (23,08 persen),” ujar Faizal Anwar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....