Harga Plastik Naik, Pedagang Menjerit

  • 04 Apr 2026 21:39 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pedagang pasar tradisional di Lebak keluhkan kenaikan plastik
  • Harga kantong plastik naik cukup tajam
  • Pedagang terpaksa mensiasati kenaikan harga kantong plastik

RRI.CO.ID, Lebak - Kenaikan harga plastik yang terjadi pada awal April 2026 mulai dirasakan oleh para pedagang di berbagai daerah. Lonjakan ini memicu keluhan karena berdampak langsung pada biaya operasional harian mereka. Di Kabupaten Lebak, Banten, para pedagang kecil menjadi salah satu pihak yang paling terdampak.

Mereka mengaku harus memutar otak untuk tetap bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku tersebut. Harga kantong plastik atau kresek dilaporkan naik cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat pedagang mulai membatasi pemberian kantong kepada pembeli.

Dede, pedagang es campur di Pasar Rangkasbitung, mengaku sangat terbebani dengan kenaikan harga plastik. Ia mengatakan biaya untuk membeli kantong plastik kini jauh lebih mahal dibanding sebelumnya.

“Sebelumnya saya beli Rp19 ribu per pack, sekarang sudah Rp25 ribu. Lumayan berat buat kami,” ujar Dede, Sabtu, 4 April 2026.

Ia menjelaskan penggunaan plastik dalam usahanya cukup tinggi karena setiap porsi es campur membutuhkan kantong tersendiri. Hal ini membuat kenaikan harga plastik langsung memengaruhi modal usahanya.

Meski biaya meningkat, Dede mengaku tidak berani menaikkan harga jual. Ia khawatir pelanggan akan beralih ke pedagang lain jika harga dinaikkan. “Saya tetap jual Rp3.500 per kantong atau Rp10 ribu tiga kantong. Takut pembeli kabur kalau naik,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Nunu, pedagang sayur di kawasan yang sama. Ia mengaku terpaksa menyesuaikan harga jual untuk menutupi kenaikan biaya plastik.

“Kalau tidak dinaikkan, kami bisa rugi. Sekarang dari Rp2.000 jadi Rp3.000 per bungkus,” kata Nunu.

Menurutnya, plastik sebelumnya menjadi fasilitas tambahan bagi pembeli. Namun kini, biaya tersebut harus diperhitungkan sebagai bagian dari harga jual. Para pedagang menilai kenaikan harga plastik ini terjadi akibat faktor global. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak dunia yang memengaruhi bahan baku plastik.

Pengamat ekonomi menyebutkan gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memperburuk situasi. Gangguan distribusi energi membuat harga minyak melonjak dalam waktu singkat. Kondisi ini berdampak pada industri petrokimia yang memproduksi bahan baku plastik seperti nafta. Akibatnya, harga plastik di tingkat produsen ikut mengalami kenaikan.

Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga. Mereka juga meminta adanya solusi agar usaha kecil tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....