Masjid Ar-Rohim, Jejak Islam yang Tenggelam di Waduk Karian

  • 09 Mar 2026 10:30 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID,Lebak - Tak banyak masyarakat Kabupaten Lebak yang mengenal Masjid Ar-Rohim di Kampung Susukan, Desa Bungurmekar, Kecamatan Sajira. Padahal, masjid ini diyakini sebagai salah satu masjid tertua di wilayah tersebut dan menjadi saksi perjalanan panjang penyebaran Islam di daerah yang dikenal sebagai Bumi Multatuli.

Masjid Ar-Rohim dibangun pada tahun 1579 Masehi pada masa Kesultanan Banten. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pertahanan pasukan Kesultanan Banten di kawasan pedalaman Lebak.

Lokasinya berada di tepi Sungai Ciberang, jalur transportasi penting pada masa lalu. Sungai tersebut menjadi jalur perdagangan dan mobilitas masyarakat, sehingga kawasan ini dinilai strategis untuk mendirikan pusat pertahanan sekaligus pusat penyebaran agama Islam.

Bangunan masjid awalnya berukuran sekitar 14 x 14 meter.

Sejak didirikan lebih dari empat abad lalu, masjid ini tercatat telah mengalami lima kali pemugaran guna mempertahankan keberadaannya sebagai tempat ibadah masyarakat setempat.

Tokoh agama Kampung Susukan, Dudi Rusdi, Senin, 9 Maret 2026 mengatakan banyak jejak sejarah tentang pendirian masjid yang kini telah hilang. Tidak adanya arsip tertulis membuat kisah pembangunan masjid lebih banyak diwariskan melalui cerita turun-temurun.

Meski begitu, masyarakat setempat meyakini bahwa masjid tersebut merupakan peninggalan Kesultanan Banten. Berdasarkan cerita yang diwariskan secara lisan, masjid awalnya dibangun sangat sederhana hanya dalam waktu semalam.

Bangunan awal masjid terbuat dari kayu dengan atap rumbia dan hanya ditopang empat tiang utama. Empat tiang tersebut hingga kini tetap dipertahankan sebagai simbol sejarah. Meski kini telah diganti dengan tiang beton untuk menopang bangunan yang lebih kokoh, pondasi awalnya diyakini masih berada di bawah bangunan tersebut.

Di bawah keempat tiang beton itu terdapat batu karang yang menjadi pondasi awal pembangunan masjid pada tahun 1579. Namun batu tersebut kini tidak lagi terlihat karena tertutup oleh konstruksi bangunan yang telah beberapa kali diperbaiki.

Rekomendasi Berita