Sejumlah Sekolah di Lebak Disiapkan untuk Sekolah Adiwiyata
- 07 Okt 2026 14:54 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak terus mendorong peningkatan partisipasi sekolah dalam Program Adiwiyata melalui kegiatan pembinaan dan sosialisasi yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Pembinaan tersebut menyasar sekolah-sekolah calon Adiwiyata di Kabupaten Lebak yang dinilai memiliki potensi untuk menerapkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan pembinaan menjadi bagian dari upaya DLH memperkuat pemahaman sekolah mengenai pentingnya pendidikan lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lebak, Erik Indra Kusuma, mengatakan pembinaan secara rutin menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan jumlah sekolah yang mengikuti Program Adiwiyata.
Sekolah perlu mendapatkan pendampingan agar memahami secara utuh tahapan dan tujuan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan Program Adiwiyata. "Program Adiwiyata bukan sekadar kegiatan penghijauan atau menjaga kebersihan sekolah, tetapi bagaimana membangun budaya peduli lingkungan yang diterapkan secara konsisten," kata Erik, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dalam setiap kegiatan pembinaan, DLH memberikan pemahaman mengenai maksud, tujuan, serta manfaat Program Adiwiyata bagi sekolah dan seluruh warga sekolah. Sekolah didorong untuk melibatkan seluruh unsur di lingkungan pendidikan dalam penerapan budaya peduli lingkungan.
Keterlibatan tersebut mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik hingga tenaga kependidikan yang memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan program. Erik menjelaskan, budaya peduli lingkungan dapat dibangun melalui berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh warga sekolah. "Kami ingin sekolah memahami bahwa Program Adiwiyata merupakan upaya membangun budaya peduli lingkungan melalui kegiatan sehari-hari," ujarnya.
Kegiatan tersebut dapat dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengelola sampah dengan baik, hingga menggunakan air dan energi secara bijak. Penerapan kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Saat ini, sebanyak 32 sekolah telah mengikuti kegiatan sosialisasi dan pembinaan yang diselenggarakan oleh DLH Kabupaten Lebak. Puluhan sekolah tersebut selanjutnya didorong untuk melakukan registrasi pada Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) sebagai salah satu langkah awal untuk bergabung dalam Program Adiwiyata. "Dari 32 sekolah yang mengikuti kegiatan, kami mendorong agar sekolah segera melakukan registrasi pada SIDIA," ucap Erik.
Ia mengatakan, proses pembinaan diharapkan dapat membantu sekolah memahami berbagai langkah awal yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti Program Adiwiyata. Dengan pemahaman yang lebih baik, sekolah diharapkan dapat menyusun program lingkungan hidup sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
DLH Kabupaten Lebak juga terus mendorong agar pelaksanaan Program Adiwiyata tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan secara terus-menerus melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Ke depan, DLH Kabupaten Lebak menargetkan penambahan sebanyak 20 sekolah baru setiap tahun yang bergabung dalam Program Adiwiyata. Target tersebut diharapkan dapat memperluas gerakan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan satuan pendidikan di Kabupaten Lebak.
"Kami menargetkan 20 sekolah baru bergabung dalam Program Adiwiyata setiap tahunnya. Dengan penambahan secara berkelanjutan, kami berharap semakin banyak sekolah menjadi penggerak kepedulian lingkungan," kata Erik.
Melalui pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, diharapkan semakin banyak sekolah mampu menerapkan pendidikan lingkungan hidup sekaligus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Lebak Hegar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....