Pemkab Lebak Wacanakan Pintu Masuk Baru Pasar

  • 05 Okt 2026 12:43 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak berencana menyiapkan pintu masuk alternatif menuju Pasar Rangkasbitung. Rencana tersebut muncul setelah akses masuk pasar melalui jalur rel kereta api dari arah Jalan RT Hardiwinangun ditutup.

Penutupan akses tersebut membuat pemerintah daerah mempertimbangkan sejumlah langkah untuk mengatasi kepadatan kendaraan yang terjadi di kawasan pasar. Salah satu opsi yang tengah diwacanakan adalah pembangunan pintu masuk baru menuju Pasar Rangkasbitung.

Pintu masuk alternatif tersebut rencananya akan dibangun di sebelah pintu keluar pasar yang saat ini sudah tersedia. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan rencana pembangunan pintu masuk baru tersebut masih dalam tahap pembahasan.

"Rencananya pintu masuk ini akan dibangun di sebelah pintu keluar pasar," kata Yani, Senin, 5 Oktober 2026.

Namun, Yani menegaskan bahwa pembangunan tersebut belum menjadi keputusan final Pemerintah Kabupaten Lebak. Diiperlukan pengkajian lebih mendalam untuk memastikan apakah pintu masuk tambahan memang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan Pasar Rangkasbitung. "Namun wacana ini masih perlu pengkajian lebih mendalam," ujarnya.

Pengkajian tersebut diperlukan untuk melihat kondisi lalu lintas serta efektivitas pintu masuk dan keluar yang sudah tersedia saat ini. Pemerintah juga akan mempertimbangkan apakah keberadaan satu pintu masuk resmi yang saat ini digunakan masih mampu menampung kendaraan yang menuju pasar.

Jika hasil pengkajian menunjukkan akses yang ada sudah cukup, maka pembangunan pintu masuk baru kemungkinan tidak dilanjutkan. "Kalau tidak diperlukan atau pintu masuk yang ada saat ini dinilai sudah cukup, pembangunan pintu masuk kemungkinan tidak jadi dilakukan," ujar Yani.

Saat ini, Pasar Rangkasbitung diketahui memiliki satu pintu masuk resmi dan satu pintu keluar resmi. Pintu masuk resmi tersebut berada di Jalan Sunan Kalijaga dan menjadi salah satu akses utama bagi kendaraan yang hendak memasuki kawasan pasar.

Pada waktu-waktu tertentu, arus kendaraan menuju pintu masuk pasar kerap mengalami kepadatan. Kondisi tersebut terjadi karena banyak kendaraan yang harus mengantre sebelum dapat masuk ke kawasan pasar.

Antrean kendaraan yang menumpuk kemudian berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar pintu masuk pasar. Selain persoalan antrean kendaraan, pintu masuk yang diperuntukkan bagi mobil juga disebut kerap mengalami gangguan.

Kondisi itu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam evaluasi akses keluar masuk Pasar Rangkasbitung. Dengan adanya wacana pintu masuk tambahan, pemerintah berharap akses menuju pasar dapat lebih lancar apabila nantinya pembangunan tersebut benar-benar direalisasikan.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum mengetahui kebutuhan dan efektivitas akses tambahan tersebut. Yani mengatakan seluruh kemungkinan masih terbuka, termasuk mempertahankan kondisi akses yang ada apabila hasil kajian menyatakan pintu masuk tambahan belum diperlukan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lebak masih akan melakukan pengkajian lebih lanjut sebelum menentukan apakah pintu masuk baru di sebelah pintu keluar Pasar Rangkasbitung akan dibangun atau tidak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....