Empat Benteng Diri Menghindari Langkah-Langkah Setan

  • 22 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Menjaga diri dari godaan tidak cukup hanya dengan mengenali bentuk kesalahan. Ustaz Deni Rusli dalam Mutiara Pagi Pro 1 RRI Banten, Selasa, 22 September 2026, mengajak masyarakat membangun kebiasaan dan lingkungan yang dapat membantu menjauhkan diri dari perbuatan dosa.

Menurutnya, manusia perlu memiliki benteng agar tidak mudah terbawa rayuan yang muncul dari dalam maupun luar diri. Benteng tersebut diperlukan karena godaan dapat datang secara perlahan melalui kebiasaan kecil yang awalnya dianggap sepele. Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak seseorang mulai menyadari adanya dorongan menuju perbuatan yang tidak baik.

Ustaz Deni menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga diri. Pertama, menjalankan ajaran Islam secara utuh dan tidak memilih hanya bagian yang dianggap mudah atau menyenangkan. Kedua, memperbanyak doa dan zikir sebagai bagian dari upaya menjaga hati dan pikiran. "Begitu terbersit pikiran negatif atau peluang maksiat, segera putus rantai pemikiran tersebut, langsung di-cut, langsung di-stop, dihentikan," ujarnya.

Langkah berikutnya adalah menutup jalan menuju perbuatan dosa sejak awal. Menurut Ustaz Deni, seseorang tidak perlu mencoba mendatangi lingkungan yang berpotensi membawa kepada maksiat. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga diri agar tidak memberikan ruang bagi godaan untuk berkembang.

Selain menjaga diri secara pribadi, lingkungan pergaulan juga memiliki peran penting. Ia mengajak masyarakat mencari dan mempertahankan lingkungan yang baik dengan orang-orang yang dapat memberikan pengaruh positif. Lingkungan yang sehat dan kondusif dinilai dapat membantu seseorang menjaga perilaku sekaligus mengingatkan ketika mulai melakukan kesalahan. “Ciptakan lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat, lingkungan yang kondusif, lingkungan yang mendidik,” ujarnya.

Ustaz Deni juga mengingatkan bahwa ketakwaan tidak hanya diperlukan ketika seseorang berada di tempat ibadah. Nilai tersebut perlu dibawa ke berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk tempat kerja, tempat berdagang, pusat perbelanjaan hingga tempat rekreasi. Dengan begitu, seseorang tetap memiliki kesadaran untuk membedakan perbuatan yang baik dan yang dilarang.

Dia mengingatkan masyarakat memanfaatkan kehidupan dunia untuk memperbanyak amal kebaikan. Menurutnya, dunia merupakan tempat untuk menanam amal, sementara pertanggungjawaban akan berlangsung di akhirat. Karena itu, selagi masih memiliki kesempatan, masyarakat diajak memperbanyak amal saleh dan kebajikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....